Mengisi Libur Sekolah dengan Perahu Pelepah Pisang
Jumat, 28 Desember 2012 | 13:51 WIB
Setiap anak wajib menggiring kapalnya bergerak maju dengan meniup bagian belakang perahu.
Musim liburan anak telah tiba. Ada banyak cara untuk mengisi liburan sekolah. Jika anak kreatif, hal yang sederhana pun bisa menjadi istimewa.
Seperti yang dilakukan oleh anak - anak di Indramayu, Jawa Barat, mereka membuat perahu dan mengadunya di sungai.
Untuk anak–anak di wilayah Pantura, tepatnya di kawasan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, bermain air disungai tak pernah membosankan.
Kali ini, kreatifitas mereka terasah dengan perangkat mainan anak yang berupa perahu tradisional dari pelepah pisang.
Hanya bermodalkan pisau dan lidi, potongan pelepah pisang secara kreatif dirakit menjadi sebuah perahu.
Meski terlihat sederhana, rangkapan perahu dari bahan pelepah pisang ini harus menempel erat.
"Setelah selesai dibuat, kapal atau perahu hasil kreasi teman-teman, biasanya diadu dalam kompetisi balap di sungai," kata Danni, salah seorang anak yang membuat perahu pelepah pisang.
Menurut dia, kekuatan arus sungai, secara langsung bakal menguji kekuatan perahu buatan anak-anak yang kreatif tersebut.
Dalam permainan ini, setiap anak wajib menggiring kapalnya bergerak maju dengan meniup bagian belakang perahu.
Saat permainan dimulai, tidak sedikit bagian kapal yang terlepas oleh arus air sungai.
Kapal yang berada pada posisi paling depan dan bagian–bagiannya relatif utuh dianggap sebagai pemenang.
Musim liburan anak telah tiba. Ada banyak cara untuk mengisi liburan sekolah. Jika anak kreatif, hal yang sederhana pun bisa menjadi istimewa.
Seperti yang dilakukan oleh anak - anak di Indramayu, Jawa Barat, mereka membuat perahu dan mengadunya di sungai.
Untuk anak–anak di wilayah Pantura, tepatnya di kawasan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, bermain air disungai tak pernah membosankan.
Kali ini, kreatifitas mereka terasah dengan perangkat mainan anak yang berupa perahu tradisional dari pelepah pisang.
Hanya bermodalkan pisau dan lidi, potongan pelepah pisang secara kreatif dirakit menjadi sebuah perahu.
Meski terlihat sederhana, rangkapan perahu dari bahan pelepah pisang ini harus menempel erat.
"Setelah selesai dibuat, kapal atau perahu hasil kreasi teman-teman, biasanya diadu dalam kompetisi balap di sungai," kata Danni, salah seorang anak yang membuat perahu pelepah pisang.
Menurut dia, kekuatan arus sungai, secara langsung bakal menguji kekuatan perahu buatan anak-anak yang kreatif tersebut.
Dalam permainan ini, setiap anak wajib menggiring kapalnya bergerak maju dengan meniup bagian belakang perahu.
Saat permainan dimulai, tidak sedikit bagian kapal yang terlepas oleh arus air sungai.
Kapal yang berada pada posisi paling depan dan bagian–bagiannya relatif utuh dianggap sebagai pemenang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




