AZWI Bangun Gerakan untuk Stop Penggunaan Kemasan Saset
Senin, 18 Juli 2022 | 23:15 WIB
Ia menuturkan tim ekspedisi menemukan Sungai Ciliwung yang kini dibanjiri sampah saset. Sampah ini diproduksi perusahaan domestik dan global. Sebagaimana diketahui bersama, saset adalah sampah kemasan plastik fleksibel berukuran kecil yang tidak bisa didaur ulang.
"Kemasan saset ini mudah tersebar dan tersangkut di dahan dan akar pohon tepi sungai, melepaskan jutaan partikel mikroplastik yang mengandung bahan kimia ftalat dan EVOH yang beracun, mengganggu sistem hormon dan pemicu kanker," ujar Daru.
"Untuk mengetahui produsen mana yang menjadi top polluters sampah saset di Sungai Ciliwung, kami melakukan brand audit dan hasilnya menunjukkan Unilever sebagai juara pencemar saset," tambahnya.
Senada dengan Daru, Co-Founder Nexus3 Foundation Yuyun Ismawati menjelaskan bahwa kemasan sekali pakai berbahan plastik berpotensi memindahkan senyawa kimia berbahaya, seperti PFAS ke makanan. Untuk membuat kemasan tahan cuaca, juga digunakan senyawa-senyawa berbahaya lainnya, seperti UV-328.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




