ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diduga KuburBayi Kembar Hidup-hidup, Pasutri di Muna Dibekuk Polisi

Jumat, 16 Juni 2023 | 05:33 WIB
FA
FS
Penulis: Fadli Aksar | Editor: FFS
Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. (Antara)

Muna, Beritasatu.com - Pasangan suami istri atau pasutri berinisial TRD (47) dan FTR (39) ditangkap Satreskrim Polres Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (15/6/2023).

Keduanya diduga mengubur bayi kembar mereka hidup-hidup usai dilahirkan 4 bulan lalu, di Desa Wanseriwu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat.

Usai ditangkap, keduanya langsung menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Muna. Setelah diperiksa TRD dan FTR ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

Keduanya dijerat dengan pasal perlindungan anak dan menyembunyikan kematian atau kelahiran seseorang dengan ancaman 15 tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Muna, AKP Asrun mengatakan, keduanya ditetapkan tersangka karena bersama-sama berinisiatif menguburkan bayi kembar mereka karena hasil hubungan perselingkuhan.

"Ini berawal dari perselingkuhan, mereka tidak menghendaki kehamilan dan setelah anak ini lahir mereka tidak ingin diketahui orang, jadi mereka berinisiatif menguburkan anak tersebut," ungkap AKP Asrun.

Meski begitu, Asrun tak bisa memastikan, bayi kembar ini dikuburkan hidup-hidup atau dibunuh terlebih dahulu.

Polisi juga sudah mengirim tulang belulang bayi kembar yang lahir pada Februari 2023 lalu di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra.

Kejadian ini terbongkar setelah mantan suami FTR, yakni KDR melihat gundukan tanah bekas penggalian di belakang rumahnya, Desa Wanseriwu, Kecamatan Tiworo Tengah,

Karena curiga, KDR pun bercerita kepada masyarakat sekitar hingga sampai ke telinga mantan istrinya, FTR. Makam ini pun dibongkar aparat kepolisian.

Proses pembongkaran makam itu berlangsung dramatis. Sebab, warga setempat dibuat geger dan histeris. Saat dibongkar, makam itu berisi tulang belulang bayi terbungkus kain.

Saat ini, pasangan suami-isteri yang telah menikah siri ini mendekam di sel tahanan Satreskrim Polres Muna. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi tulang bayi kembar itu untuk mengumpulkan penyebab kematiannya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon