Dicoret dari Paskibraka Nasional, Doni Amansa: Mereka Curi Impian Saya
Minggu, 30 Juli 2023 | 11:40 WIB
Kendari, Beritasatu.com - Pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka nasional asal Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Doni Amansa, menyatakan mundur sebagai Paskibraka Provinsi Sultra. Doni Amansa mengaku masih sakit hati karena dicurangi oleh panitia seleksi daerah. Akibatnya, Doni gagal menjadi paskibraka nasional meski sempat diumumkan lolos.
"Mereka sudah curang dan mencuri impian saya," kata Doni, Sabtu (29/7/2023).
Untuk itu, Doni memutuskan mundur sebagai Paskibraka Sultra. Doni memilih menjadi Paskibraka di Konawe.
"Saya lebih bangga mengibarkan bendera sendiri, mending saya mengibarkan bendera merah putih di daerah saya (Konawe), daripada di provinsi," tegas Doni.
Doni mengaku akan menjadi paskibraka saat pengibaran bendera pusaka di Kabupaten Konawe, karena sudah disiapkan satu tiket sebagai peserta.
Sementara itu, Andri Darmawan, kuasa hukum keluarga Doni Amansa, mengatakan, mundurnya siswa SMA Negeri 1 Unaaha itu dari Paskibraka Provinsi Sultra karena alasan psikologi.
Doni Amansa seharusnya mulai menjalani karantina untuk pemusatan latihan Paskibraka Sultra pada hari ini Minggu (30/7/2023). Namun, Doni Amansa memilih mundur.
Menurut Andri, jika dikarantina, Doni Amansa akan bertemu dengan panitia seleksi daerah yang bercokol di Kesbangpol Sultra. Sementara saat ini, pihaknya tengah berkonflik dengan lembaga pemerintah tersebut.
"Kalau dikarantina Doni ketemu dengan panitia-panitia dari Kesbangpol, kita tidak bisa menjamin psikologi dan keamanannya, sehingga memutuskan Doni mengundurkan diri dari paskibraka provinsi," kata Andri, pada Sabtu (29/7/2023).
Sebelum mengumumkan mundur, Doni Amansa didampingi ibunya sudah menyampaikan hal itu ke Badan Kesbangpol Konawe.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online





