Polusi Udara karena Karhutla, Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat
Rabu, 23 Agustus 2023 | 17:13 WIB
Pontianak, Beritasatu.com - Kota Pontianak, Kalimantan Barat menderita polusi udara yang disebabkan oleh kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua pekan terakhir. Meskipun fluktuatif, kualitas udara di kota tersebut masih tergolong dalam kategori sangat tidak sehat.
Menurut data dari aplikasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Rabu (23/8/2023) pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat PM 2,5 di Pontianak mencapai angka 271 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Pontianak masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi udara seperti ini dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi berbagai segmen populasi yang terpapar polusi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan dari Air Quality Monitoring System (AQMS) wilayah Kota Pontianak, kualitas udara memang berbahaya.
"Kualitas udara sempat mencapai level hitam, yang artinya sangat berbahaya," ungkap Usmulyono.
Usmulyono juga menjelaskan bahwa polusi asap akibat karhutla bersifat sangat fluktuatif, tergantung pada arah angin dan kelembaban udara di sekitar.
"Data kami menunjukkan bahwa semalam angkanya melebihi ambang batas level hitam lagi, yang menunjukkan tingkat bahaya. Namun, pada subuh hari angka tersebut menurun. Secara rata-rata, tengah malam memiliki angka yang tinggi," tambahnya.
Usmulyono menjelaskan bahwa kabut asap ini sebagian besar berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak. Kebakaran lahan di kedua wilayah tersebut terus meluas.
"Kami menduga bahwa aliran udara membawa asap dari kabupaten sekitar. Saya berani menyatakan ini karena kami terus melakukan koordinasi," jelasnya.
Sementara itu, kebakaran lahan di Kota Pontianak masih dalam skala terbatas. Pemerintah kota telah menyiagakan tim gabungan untuk merespons dengan cepat jika terjadi titik api, dengan harapan dapat mencegah meluasnya kebakaran lahan.
Usmulyono juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kondisi ini. Ia menyarankan agar aktivitas di luar rumah dibatasi, kecuali dalam keadaan yang sangat penting. Para pelajar juga diminta untuk tidak melakukan olahraga di luar ruangan.
"Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa saat ini sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, gunakan masker. Ini tidak hanya berlaku selama pandemi Covid-19, tapi juga saat ini kami mendorong penggunaan masker," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




