ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RDP di DPRD Sultra Ricuh, Kepala Syahbandar Molawe Disiram Air

Rabu, 6 September 2023 | 18:12 WIB
FA
R
Penulis: Fadli Aksar | Editor: RZL
RDP di pendopo DPRD Sulawesi Tenggara pada Rabu, 6 September 2023 siang berlangsung ricuh.
RDP di pendopo DPRD Sulawesi Tenggara pada Rabu, 6 September 2023 siang berlangsung ricuh. (Beritasatu.com/Fadli Aksar)

Kendari, Beritasatu.com - Kepala Syahbandar Molawe, Konawe Utara (Konut) Kristina Anton disiram air oleh demonstran saat rapat dengar pendapat (RDP) di pendopo DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (6/9/2023) siang. Akibatnya, RDP tersebut berlangsung ricuh.

Penyiraman air dipicu ketika Kepala Syahbandar UPP Molawe, Kristina Anton dinilai berbelit-belit dalam memberikan penjelasan saat RDP berlangsung. Hal itu memantik emosi demonstran. RDP pun berlangsung ricuh. Beruntung aparat kepolisian yang berjaga berhasil meredam keributan tersebut dengan mengamankan pelaku penyiraman.

Rapat dengar pendapat yang digelar DPRD Sultra ini untuk merespons tuntutan pengunjuk rasa. Demonstran dari tiga organisasi masyarakat meminta Kejati Sultra mengusut dugaan pungli penerbitan surat perintah berlayar (SPB) yang dilakukan oknum Syahbandar.

ADVERTISEMENT

Koordinator Aksi, Alfin mengatakan, dugaan pungutan liar terhadap pengusaha tambang terjadi setiap pengangkut bijih nikel menggunakan kapal tongkang di Kabupaten Konawe Utara.

"SPB tidak akan dikeluarkan apabila tidak membayar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per SPB," ungkap Alfin seusai RDP.

Pada kesempatan itu Kepala Syahbandar Molawe, Kristina Anton, berjanji akan menindak tegas oknum pegawai yang melakukan pungli tersebut.

"Kami akan melakukan penindakan, proses pembinaan mungkin. Karena seorang pemimpin itu harus membina, memperbaiki yang rusak," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon