Banyak Petugas KPPS Meninggal, IDI Surabaya Usul Pemilu Tidak Digelar Serentak
Selasa, 27 Februari 2024 | 21:20 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Seusai pemungutan suara Pemilu 2024, banyak petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Surabaya jatuh sakit hingga meninggal dunia saat bertugas. Menyikapi kondisi ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya mengusulkan sebaiknya pemilu ke depan dilakukan tidak secara serentak.
Sekretaris 3 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Hilman Siregar mengatakan pemungutan suara menurutnya lebih baik dilaksanakan dengan waktu yang berbeda atau secara sendiri-sendiri. Menurutnya, kerja petugas KPPS tidak akan berlebihan dan bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit hingga meninggal dunia.
“Kalau saya pribadi, sebaiknya semuanya jangan berbarengan, terutama untuk pemilihan calon anggota legislatif (caleg), itu kan cukup banyak jumlahnya. Saya rasa itu mungkin sudah ada komorbid bagi KPPS yang sakit saat bertugas, tetapi saya rasa juga itu karena jam kerja yang terlalu panjang. Jadi faktor kelelahan sangat berpengaruh,” ungkap Hilman Siregar, Sekretaris 3 IDI Surabaya, saat ditemui Beritasatu.com di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (27/2/2024).
Lebih lanjut Hilman Siregar menambahkan jam kerja yang sangat panjang bukan hanya berdampak buruk bagi petugas yang sudah berusia tua, melainkan juga yang masih muda. Untuk itu IDI Surabaya menekankan pentingnya mempertimbangkan agar pemungutan suara ke depan tidak lagi dilakukan secara bersamaan.
Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya telah merilis sebanyak 137 petugas KPPS yang sakit dan dua meninggal dunia di Surabaya. Sedangkan di Jawa timur, KPU Jatim menyatakan saat ini total ada sebanyak 80 petugas pemilu yang meninggal dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




