ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Respon Kak Seto Terkait Penganiayaan Siswa SMK Berujung Kematian di Nias Selatan

Jumat, 19 April 2024 | 20:23 WIB
RH
JS
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: JJS
Kak Seto tanggapi kasus penganiayaan siswa SMK di Kabupaten Nias Selatan
Kak Seto tanggapi kasus penganiayaan siswa SMK di Kabupaten Nias Selatan (Antara/Wahyu Putro)

Nias Selatan, Beritasatu.com - Penganiayaan berujung kematian seorang siswa SMK di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, membuat Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendesak polisi setempat turun tangan menyelesaikan kasus tersebut.

"Kita minta Kapolda Sumatera Utara untuk turun tangan mengusut kasusnya. Karena, kejahatan yang dialami korban masih anak di bawah umur dan tidak dapat ditolerir," ujar Ketua LPAI Seto Mulyadi kepada Beritasatu.com, Jumat (19/4/2024).

Ia menyebutkan, LPAI meminta Kapolda turun tangan bukan tanpa alasan. Namun, karena Polres Nias Selatan terkesan mengulur kasusnya.

ADVERTISEMENT

"Kita terima informasi bahwa ada delapan siswa yang dianiaya, dan salah seorang meninggal. Mereka diduga dianiaya oknum kepala sekolah, namun yang bersangkutan belum ditahan. Sepertinya, Polres Nisel mengulur kasus tersebut," sebutnya.

Ia menegaskan, tindakan yang dilakukan oknum kepsek itu terhadap delapan siswa merupakan bentuk pelanggaran hak anak di dunia pendidikan.

"Polres Nisel jangan berlarut-larut dalam menangani kasusnya. Sebab, yang dialami delapan anak itu merupakan kejahatan luar biasa," tegasnya.

Menurut dia, tujuh anak yang menjadi korban penganiayaan menjadi bukti kuat pihak kepolisan untuk mengambil langkah tindakan dengan menahan oknum Kepsek itu.

"Polres Nisel tidak ada alasan untuk tak menahan oknum kepsek meskipun laporan kejadian tersebut tiga pekan baru diterima pascakejadian. Karena, tujuh anak yang turut jadi korban bisa dijadikan saksi atas kekerasan dilakukan kepala sekolah," tuturnya.

Kasatreskrim Polres Nias Selatan AKP Freddy Siangian yang dikonfirmasi terkait penanganan kasus tersebut, menyatakan bahwa masih sebatas memeriksa kepala sekolah saja.

"Masih diperiksa, belum ditahan. Kami tidak bisa menahanan Kepsek lantaran belum cukup alat bukti. Karena itu, masih nunggu hasil autosi korban," kata Freddy.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Terseret Buku Broken Strings, Kak Seto Beri Penjelasan

Terseret Buku Broken Strings, Kak Seto Beri Penjelasan

LIFESTYLE
Ini Kronologi Kak Seto Dikritik Netizen Soal Kasus Grooming Aurelie

Ini Kronologi Kak Seto Dikritik Netizen Soal Kasus Grooming Aurelie

LIFESTYLE
Kondisi Terkini Kak Seto yang Terkena Strok Ringan

Kondisi Terkini Kak Seto yang Terkena Strok Ringan

LIFESTYLE
Kapolres Tangsel Temui Kak Seto Bahas Program Anti-Tawuran

Kapolres Tangsel Temui Kak Seto Bahas Program Anti-Tawuran

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon