Peringatan Cak Imin ke SPPG: Jangan Cari Celah yang Rugikan Konsumen
Kamis, 2 Oktober 2025 | 15:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar disiplin menjalankan seluruh rantai produksi program makan bergizi gratis (MBG).
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, SPPG harus benar-benar disiplin dan tidak mencari keuntungan tersendiri.
“Jangan ada yang memanfaatkan celah hingga merugikan konsumen. Program ini berskala besar dan akan tercatat dalam sejarah sebagai upaya memperbaiki gizi anak serta melawan stunting. Mari kita dukung bersama,” ujar Muhaimin dalam keterangan di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat meninjau dapur SPPG di Babau, Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menegaskan, MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas asupan gizi anak sekolah. Menurutnya, langkah ini penting karena masih banyak anak di Indonesia yang terbiasa mengonsumsi makanan kurang bergizi.
“Program ini adalah cara cepat dan mendasar untuk mengatasi gizi buruk. Tetapi saya ingatkan, jangan sampai program makan bergizi gratis malah dijadikan sumber micin. Ketergantungan anak-anak kita pada snacks instan yang tinggi MSG harus dikurangi, karena itu merusak selera makan,” jelas Muhaimin.
Dalam kunjungannya, ia juga memastikan dapur SPPG Babau telah beroperasi sesuai standar higienis dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Dapur SPPG di sini sangat membanggakan. Semua pihak merasa senang, baik pekerja, siswa penerima manfaat, maupun pemilik dapur. Jadwal produksi pun disiplin: pukul 13.00 Wita persiapan kebersihan, pukul 02.00 Wita dini hari memasak, pukul 06.00 pagi makanan siap, dan pukul 09.00 Wita sudah terdistribusi. Ini yang perlu ditiru,” katanya.
Lebih lanjut, Muhaimin menekankan bahwa keberadaan SPPG juga harus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan UMKM lokal dalam rantai produksi.
“Kita ingin MBG tidak hanya fokus pada gizi, tetapi juga menggerakkan masyarakat agar lebih produktif. Penyediaan bahan baku, koperasi, hingga UMKM harus ikut menjadi bagian dari ekosistem MBG,” tutur Muhaimin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




