Korban Banjir Aceh mulai Terserang Penyakit Kulit, ISPA, dan Diare
Minggu, 30 November 2025 | 13:51 WIB
Aceh, Beritasatu.com - Empat hari setelah banjir besar melanda Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kondisi kesehatan warga mulai memburuk. Sejumlah korban banjir mengeluhkan penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga diare akibat lingkungan permukiman yang masih kotor dan dipenuhi lumpur serta puing banjir.
Pantauan Beritasatu.com di posko kesehatan Desa Blang Meurandeh menunjukkan lonjakan warga yang datang untuk berobat. Mereka mengeluhkan gatal-gatal, sesak napas, dan diare. Anak-anak serta lansia menjadi kelompok paling rentan terserang penyakit pascabencana ini.
“Minimnya pasokan air bersih menyebabkan warga kesulitan menjaga kebersihan, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama di posko-posko pengungsian yang menampung ratusan warga,” kata Kepala Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang, Saiful.
Ia menuturkan, sebagian warga terpaksa menggunakan air yang tidak layak untuk mandi dan mencuci. Kondisi tersebut memperburuk kesehatan mereka dan meningkatkan potensi penyebaran penyakit.
Saiful mengakui, jumlah pasien meningkat setiap hari sejak banjir surut. Namun, pelayanan medis terhambat karena akses menuju wilayah terdampak masih sulit dijangkau, rawan longsor, dan minim tenaga kesehatan.
“Menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan, kami selaku tenaga kesehatan mulai memperketat layanan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke setiap titik pengungsian,” ujarnya.
Untuk ratusan warga yang masih terisolasi, Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang telah menyiagakan tenaga kesehatan yang sebelumnya terjebak di wilayah tersebut agar tetap dapat memberikan layanan darurat.
“Alhamdulillah untuk stok obat untuk beberapa hari ke depan akan cukup, begitu juga untuk tiga desa lainnya yang masih terisolir, mereka juga punya tenaga medis yang melakukan pelayanan,” jelasnya.
Warga kini sangat membutuhkan perlengkapan sanitasi untuk mencegah penyebaran penyakit semakin meluas. Mereka berharap penanganan cepat dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan agar kondisi kesehatan tidak semakin buruk.
Hingga saat ini, sebagian besar wilayah terdampak banjir Aceh masih sulit dijangkau karena kerusakan jalan dan jembatan cukup parah, sehingga upaya penanganan darurat berjalan lambat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




