ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengungsi Korban Banjir di Pidie Jaya Butuh Tenda dan Fasilitas MCK

Minggu, 14 Desember 2025 | 17:32 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Koordinator Posko Pengungsi Banjir Bandang Dusun Meunasah Krueng Baroh, Pidie Jaya, Armiati di Meureudu, Minggu (14/12/2025).
Koordinator Posko Pengungsi Banjir Bandang Dusun Meunasah Krueng Baroh, Pidie Jaya, Armiati di Meureudu, Minggu (14/12/2025). (Antara/M Ifdhal)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Pengungsi korban bencana banjir bandang dari Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh berharap bantuan tenda khusus perempuan atau hunian sementara, karena saat ini mereka mengungsi ke kompleks kantor Pemkab Pidie Jaya.

"Kami sangat berharap adanya bantuan tenda agar para perempuan bisa tinggal dan tidur di kampung sendiri," kata Koordinator Posko Pengungsi Banjir Bandang Dusun Meunasah Krueng Baroh, Armiati di Meureudu, Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan warga gampong itu terpaksa tinggal di Kantor Serbaguna Teungku Chik Pante Geulima Cot Trieng, Kecamatan Meureudu atau sekitar 3 kilometer dari desa asal tempat tinggal mereka.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan warga terkadang harus berjalan 3 kilometer untuk pulang ke kampungnya untuk makan dan kembali ke kompleks perkantoran untuk tidur pada malam hari.

"Mohon kami dibantu tenda agar kami bisa tidur di sini dan tidak perlu bolak-balik dari kampung ke lokasi posko yang ada di kompleks kantor bupati," kata Armiati dikutip dari Antara.

Dia mengatakan dengan tersedia tenda tersebut, mereka dapat tinggal di kampung sendiri serta menjaga harta benda mereka yang masih terendam lumpur banjir bandang.

Selain kebutuhan tenda atau hunian sementara, para pengungsi juga meminta fasilitas sanitasi dasar berupa ruangan untuk mandi, mencuci, dan buang air besar atau mandi cuci kakus (MCK).

"Fasilitas dasar MCK ini juga sangat diperlukan karena rumah dan fasilitas yang ada saat ini tertimbun tanah dan masih tergenang banjir," katanya.

Ia mengatakan untuk pemenuhan kebutuhan makanan saat ini memadai, sedangkan hal yang diperlukan secara mendesak berupa tenda atau hunian sementara serta fasilitas dasar MCK.

Meunasah Krueng Baroh, Meunasah Cut, dan Meunasah Blang, terdampak bencana alam, belum lama ini, sedangkan Meunasah Krueng Baroh salah satu dusun paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025.

Ia menyebutkan 350 kepala keluarga atau 1.200 jiwa di gampong tersebut mengungsi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir Luapan Sungai Meureudu di Pidie Jaya mulai Surut

Banjir Luapan Sungai Meureudu di Pidie Jaya mulai Surut

NUSANTARA
Pidie Jaya Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana untuk Ke-5 Kali

Pidie Jaya Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana untuk Ke-5 Kali

NUSANTARA
Pidie Jaya Target Semua Pengungsi Pindah ke Huntara sebelum Ramadan

Pidie Jaya Target Semua Pengungsi Pindah ke Huntara sebelum Ramadan

NUSANTARA
Masih Mengungsi, Korban Banjir di Pidie Jaya Butuh Kepastian Hunian

Masih Mengungsi, Korban Banjir di Pidie Jaya Butuh Kepastian Hunian

NUSANTARA
Hampir Sebulan Mengungsi, Korban Banjir Pidie Jaya Tunggu Hunian Layak

Hampir Sebulan Mengungsi, Korban Banjir Pidie Jaya Tunggu Hunian Layak

NUSANTARA
Sekolah Tertimbun Lumpur, Siswa SMAN 2 Pidie Jaya Belajar di Tenda

Sekolah Tertimbun Lumpur, Siswa SMAN 2 Pidie Jaya Belajar di Tenda

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon