ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diduga Bunuh Diri, Remaja 17 Tahun di Parimo Ditemukan Tewas

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:32 WIB
P
HH
Penulis: Priyatno | Editor: HP
Ilustrasi bunuh diri.
Ilustrasi bunuh diri. (Istimewa)

Parigi Moutong, Beritasatu.com - Seorang remaja perempuan berinisial KA (17) ditemukan meninggal dunia di kediaman orang tuanya di Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Sabtu (14/2/2026). Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kapolsek Ampibabo, Iptu Safrin H Abdullah mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 08.00 Wita terkait dugaan bunuh diri di rumah korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Ampibabo bersama Kanit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.00 Wita, ibu korban, YD (42) meminta korban menanak nasi sebelum berangkat menjual ikan di lapak yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Sekitar pukul 07.45 Wita, nenek korban yang melintas mencium bau hangus dari dalam rumah dan mendapati kompor masih menyala di dapur.

ADVERTISEMENT

Setelah kompor dimatikan, nenek korban memberi tahu ibu korban bahwa nasi hangus dan korban tidak terlihat di rumah. Ibu korban kemudian memeriksa kamar anaknya dan mendapati korban dalam kondisi tergantung.

"Teriakan histeris ibu korban mengundang perhatian tetangga, termasuk seorang nelayan PL (55), yang kemudian membantu memotong tali menggunakan pisau. Warga sempat membawa korban ke Puskesmas Kecamatan Siniu untuk mendapat pertolongan medis, tetapi nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," kata Iptu Safrin.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa tali nilon yang ditemukan di tempat kejadian. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara. Kami juga telah meminta keterangan dari saksi-saksi serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi,” ujarnya.

Pihak kepolisian sempat menyarankan agar dilakukan visum maupun autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun, keluarga korban menyatakan penolakan secara tertulis dan telah menandatangani berita acara penolakan autopsi.

“Kami menghormati keputusan keluarga yang menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Meski demikian, penyelidikan tetap kami lakukan secara profesional untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain dalam peristiwa ini,” ucapnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu yang belum tentu benar. Apabila ada informasi tambahan, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara hukum,” katanya.

Polisi juga akan mengintensifkan peran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga dan masyarakat sekitar guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Disclaimer: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, perasaan putus asa, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Anda bisa menghubungi layanan konseling, psikolog, atau fasilitas kesehatan terdekat. Di Indonesia, layanan kesehatan mental tersedia melalui rumah sakit, puskesmas, dan hotline KemenPPPA SAPA129 (telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon