Jelang Ramadan, Pemerintah Aceh Kebut Pindahkan Pengungsi ke Huntara
Selasa, 17 Februari 2026 | 17:30 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Muhammad Nasir meminta satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait mempercepat penanganan pascabencana, baik mengenai hunian sementara (huntara) maupun logistik untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman.
"Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke huntara yang lebih layak," kata M Nasir dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadan di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (17/2/2026).
Nasir menekankan stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadan.
Saat ini sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, tetapi masih ada masyarakat terdampak bencana yang bertahan di tenda darurat.
"Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga," ujarnya dikutip dari Antara.
Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran dana tunggu harian (DTH) sebesar Rp 600.000 per orang tetap berlanjut.
Terkait logistik, Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadinya tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Karena itu, diharapkan agar pendistribusian bantuan harus berbasis data terverifikasi dan diperbarui secara berkala.
"Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik," katanya.
Dari sisi kesehatan, lanjut dia, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, tetapi diharapkan adanya penguatan layanan hingga 3 bulan ke depan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Trauma healing bagi anak-anak dan perempuan menjadi prioritas.
Ia mengatakan Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam sebulan ke depan. "Maka, jembatan bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang," ujarnya.
Ia menambahkan mengingat adanya peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, diharapkan kepada tim SAR tetap selalu bersiaga 24 jam.
"Kita harap tim SAR bersiaga 24 jam, dan terus memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya," kata M Nasir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




