ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Parigi Moutong Rendam 2 Desa, 391 KK Terdampak

Minggu, 8 Maret 2026 | 16:14 WIB
P
JS
Penulis: Priyatno | Editor: JJS
Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir (Beritasatu.com/Ferry Yuniar)

Parigi Moutong, Beritasatu.com - Banjir merendam dua desa di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sehingga menyebabkan ratusan keluarga terdampak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat sedikitnya 391 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Genangan air masih terlihat merendam jalan dan permukiman warga, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Rivai mengatakan, banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, sementara sistem drainase di wilayah tersebut tidak mampu menampung volume air.

ADVERTISEMENT

“Banjir tersebut disebabkan oleh hujan yang berlangsung cukup lama sejak siang hingga malam hari. Hal ini mengakibatkan debit air meningkat dan drainase tidak mampu menampung volume air yang cukup besar,” ujar Rivai kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan laporan BPBD, wilayah yang terdampak cukup parah berada di Desa Moutong Utara dan Desa Moutong Tengah.

Di Desa Moutong Utara, tercatat 341 KK atau sekitar 1.089 jiwa terdampak luapan air. Sementara di Desa Moutong Tengah, terdapat sekitar 50 KK yang turut terdampak banjir.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga dilaporkan menggenangi lahan persawahan milik warga di Desa Moutong Tengah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani setempat.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan permanen akibat peristiwa tersebut.

Saat ini, BPBD telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Moutong untuk berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat guna melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir.

Berdasarkan asesmen awal di lapangan, perbaikan dan pelebaran sistem drainase menjadi salah satu langkah prioritas untuk mencegah kejadian serupa.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah pelebaran drainase agar kejadian serupa tidak terulang kembali saat intensitas hujan tinggi,” ungkapnya.

BPBD Parigi Moutong juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali memicu kenaikan debit air sewaktu-waktu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

31 Rumah di Lubuklinggau Barat Banjir Akibat Luapan Sungai Mesat

31 Rumah di Lubuklinggau Barat Banjir Akibat Luapan Sungai Mesat

NUSANTARA
Banjir 1 Meter Terjang Samarinda, Ratusan Rumah Terdampak

Banjir 1 Meter Terjang Samarinda, Ratusan Rumah Terdampak

NUSANTARA
Drainase Buruk, Hujan 3 Jam Bikin Ratusan Rumah di Polman Kebanjiran

Drainase Buruk, Hujan 3 Jam Bikin Ratusan Rumah di Polman Kebanjiran

NUSANTARA
Banjir Rendam Kota Weda Halmahera Tengah, Pasien RSUD Turut Dievakuasi

Banjir Rendam Kota Weda Halmahera Tengah, Pasien RSUD Turut Dievakuasi

NUSANTARA
Hujan Kurang 2 Jam, Jalan Margonda Raya Depok Kebanjiran

Hujan Kurang 2 Jam, Jalan Margonda Raya Depok Kebanjiran

JAWA BARAT
Banjir di Pati Belum Surut, Aktivitas Warga Lumpuh Total

Banjir di Pati Belum Surut, Aktivitas Warga Lumpuh Total

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon