ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hilal di IKN di Atas 2 Derajat, Awan Tebal Hambat Pengamatan

Kamis, 19 Maret 2026 | 14:37 WIB
FA
AD
Penulis: Fuad Iqbal Abdullah | Editor: AD
Petugas BMKG Balikpapan tengah melakukan persiapan pemantauan hilal di rooftop Rusun ASN 1 di Ibukota Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis 19 Maret 2026
Petugas BMKG Balikpapan tengah melakukan persiapan pemantauan hilal di rooftop Rusun ASN 1 di Ibukota Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis 19 Maret 2026 (Beritasatu.com/Iqbal Abdullah)

Nusantara, Beritasatu.com - Posisi hilal di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terpantau berada di atas 2 derajat di atas ufuk pada Kamis (19/3/2026). Namun, kondisi cuaca berupa awan tebal menjadi kendala utama dalam proses pengamatan.

Pemantauan hilal dilakukan oleh Stasiun Geofisika Balikpapan sebagai bagian dari penentuan awal Syawal 1447 Hijriah. Sejak siang hari, petugas telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menyiapkan peralatan pemantauan di area tower hunian ASN IKN.

Salah satu petugas, Firmansyah, menjelaskan bahwa pengamatan dilakukan di dua lokasi, yakni di Balikpapan dan IKN, dengan hasil parameter yang relatif sama.

ADVERTISEMENT

“Sama ketinggiannya di IKN dengan di Balikpapan, kami kan mengadakan dua titik rukyatulhilal, di Balikpapan di BIC kemudian di IKN di tower ASN itu sama saja besaran ini nya ketinggiannya dan elongasinya, cuma di IKN lebih tinggi saja ini nya di tower ASN dan lebih bersih kayaknya,” kata Firmansyah di IKN.

Berdasarkan perhitungan BMKG, ketinggian hilal di IKN mencapai lebih dari 2 derajat, dengan elongasi 4,51 derajat dan umur bulan sekitar 9 jam 50 detik.

“Di IKN ini ketinggian hilalnya 2 derajat lebih mas, 2.030 derajat atau lebih dari 2 derajat. Elongasinya 4.51 derajat, umur bulannya 9 jam 50 detik,” lanjutnya.

Meski secara astronomis posisi hilal telah memenuhi kriteria minimum, peluang untuk dapat terlihat di wilayah IKN maupun Balikpapan dinilai kecil karena tertutup awan tebal.

Sebaliknya, potensi visibilitas hilal diperkirakan lebih besar di wilayah Aceh, yang memiliki ketinggian hilal di atas 3 derajat dengan elongasi lebih dari 6 derajat.

Pemantauan hilal ini menjadi salah satu rujukan dalam penetapan awal Syawal oleh pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT