Perhutani Dinilai Punya Peran Penting dalam Program Dekarbonasi
Jumat, 4 Februari 2022 | 13:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perum Perhutani dinilai berperan penting dalam mewujudkan program zero emission/dekarbonisasi pada 2060 atau nationally determined contribution (NDC) yang juga melibatkan sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Hal itu disampaikan Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangannya, Jumat (4/2/2022).
"Peran Perhutani dan PTPN menjadi penting dalam program ini (dekarbonisasi). Sebab, di satu sisi merupakan BUMN produsen emisi dan di satu sisi memberikan nature based climate solutions, sehingga perlu peran dari Perhutani untuk menyukseskan program ini bersama BUMN yang terlibat di dalam program ini," kata Pahala.
Nota Kesepahaman (MoU) Dekarbonisasi BUMN bersama PTPN III, PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina, MIND ID, PT PLN, PT Semen Indonesia, PT BKI, dan Perum Perhutani telah diteken pada Kamis (3/2/2022).
Baca Juga: Perhutani Dukung Upaya BUMN Perkuat Ekosistem Pangan
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyatakan sebagai BUMN yang bergerak di bidang kehutanan, pihaknya akan mendukung program pemerintah dan berperan mengurangi dekarbonasi di kawasan hutan Indonesia.
"Sesuai dengan mandat dari Kementerian BUMN, Perum Perhutani akan serius dan fokus dalam mengurangi emisi karbon sehingga target pemerintah Indonesia dalam penurunan emisi GRK (gas rumah kaca) sebesar 29 persen pada 2030 dapat tercapai, sehingga tepat kalau Indonesia menargetkan sektor kehutanan, pertanian serta sektor energi dan transportasi masuk dalam program dekarbonisasi ini," ujarnya.
Menurut Wahyu, ada tiga pilar dekarbonisasi, yaitu efisiensi energi, dekarbonisasi di sektor kelistrikan (listrik dihasilkan dari sumber yang rendah emisi), serta elektrifikasi pada end-uses (dipaksakan untuk penggunaan listrik pada semua kegiatan, dengan syarat listrik tersebut juga dihasilkan dari sumber yang rendah emisi).
Baca Juga: 9 BUMN Teken Nota Kesepahaman Dekarbonisasi
"Perhutani sejauh ini telah melakukan identifikasi beberapa hal. Pertama, adanya inisiatif untuk menurunkan emisi secara end to end atau dari hulu ke hilir terutama adalah melalui efisiensi energi, serta migrasi jenis energi yang memiliki emisi lebih tinggi ke emisi yang lebih rendah. Kedua, pengembangan usaha yang bisa menjadi pendorong untuk menurunkan emisi," katanya.
"Selain itu, kita telah mengembangkan klaster industri hijau, mengembangkan geotermal, energi baru terbarukan. Dengan perhitungan tersebut, jumlah emisi yang dihasilkan oleh masing-masing BUMN dan bagaimana hal itu diharapkan akan bisa berkontribusi pada komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi sebesar 29 persen di tahun 2030," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




