Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Bantul, Kapolres: Sopir Panik
Senin, 7 Februari 2022 | 13:11 WIB
Bantul, Beritasatu.com - Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyatakan, penyebab terjadinya kecelakaan maut bus pariwisata di ruas jalan Imogiri-Dlingo, Bantul, Yogyakarta, diduga karena sopir panik.
"Dari keterangan saksi yang ada di bus, bahwa saksi melihat sopir panik sambil mempermainkan persneling gigi kendaraan, sehingga ada indikasi bahwa fungsi pengereman tidak berfungsi atau rem blong saat menurun," kata Ihsan seusai meninjau TKP kecelakaan bus, Minggu (6/2/2022) malam.
Dikatakan, kejadian bermula pada saat bus pariwisata "Gandos Abadi" yang merupakan rombongan family gathering dari Sukoharjo, Jawa Tengah, akan berwisata dengan menggunakan bus tujuan tebing breksi Sleman, hutan pinus Bantul dan terakhir Pantai Parangtritis Bantul.
Setelah dari tebing breksi, bus menuju hutan pinus, dan saat melewati TKP tersebut kendaraan yang akan menaiki Bukit Bego yang merupakan tanjakan sempat tidak kuat berdasar keterangan saksi, sehingga penumpang sebagian turun.
"Setelah penumpang turun kendaraan bisa naik perlahan ke tanjakan tersebut, dan kemudian penumpang kembali naik, tetapi pada saat turunan tersebut kendaraan melaju turun dan tiba-tiba kendaraan oleng," katanya.
Sehingga, lanjut Kapolres, sopir hanya memainkan persneling gigi pada saat bus turun ke bawah. Ini yang menyebabkan kendaraan oleng kemudian menabrak tebing sebelah utara jalan, sehingga menyebabkan kendaraan bagian depan ringsek termasuk di samping," katanya.
Sebelumnya, bus pariwisata mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas jalan Imogiri-Dlingo, tepatnya Bukit Bego, Pedukuhan Kedungbuweng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, sekitar pukul 14.00 WIB yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.
"Korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, ada yang meninggal di TKP, dan ada juga yang meninggal pada saat perawatan di rumah sakit," kata Ihsan
Dia mengungkapkan, total jumlah penumpang bus yang mengangkut rombongan wisatawan asal Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut sebanyak 47 orang dan sisanya mengalami luka luka.
"Korban luka sebanyak 34 orang, saat ini masih dirawat di 3 rumah sakit yang ada di wilayah Bantul, karena sesaat setelah kejadian kami ke TKP kemudian melakukan evakuasi bersama dengan para relawan," kata Kapolres.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




