Kolektor Diecast Rajin Berburu ke Luar Negeri
Minggu, 9 Februari 2014 | 01:28 WIB
Jakarta - Mengumpulkan diecast menjadi kenikmatan tersendiri bagi para pecinta dan kolektornya. Berawal dari ketertarikan dan hobi, para anggota Ferrari Diecast Owner's Club Indonesia.
"Saya koleksi Ferrari sejak sebelum saya jadi dokter. Namun baru fokusnya pas sudah jadi dokter. Sekitar 12 tahun saya jadi dokter dan fokus mengoleksi diecast," ujar Ketua FDOCI, Gema Brahmana (45) saat ditemui di acara ulang tahun FDOCI ke-2 di Jakarta, Sabtu (08/02).
Menurut Gema, mengoleksi diecast Ferrarinya ada kenikmatan tersendiri. Biasanya setelah lelah bekerja, ia akan melihat koleksi diecastnya dan rasa lelah maupun capek pun hilang.
Berbeda cerita dengan Wakil Ketua FDOCI, Faisal (43). Ia baru memulai untuk mengoleksi diecast Ferrari pada tahun 2008 lalu karena anaknya.
"Saya mulai mengolekasi diecast karena dulu beliin untuk anak. Lalu saat saya ke Indomaret saya lihat di card Ferrari ada tulisan design challenge, akhirnya saya mulai tertarik," ujar Faisal yang memiliki koleksi lebih dari 100 buah diecast Ferrari.
Menurut Faisal, untuk mendapatkan diecast tidak hanya mencari di toko-toko di Indonesia, tetapi juga melalui eBay, konvensi perkumpulan diecast, hingga keluar negeri untuk mendapatkan diecast Ferrari.
"Di Indonesia biasanya masuknya diecast Ferrari Hot Wheels terlambat dibanding Malaysia. Di Malaysia pilihannya lebih beragam, biasanya kalau ke Malaysia beli diecast," ujar Faisal.
Para pecinta diecast ini mengaku tidak memiliki budget khusus untuk membeli diecast. Hal ini diakui oleh Founder FDOCI, Dravy Pritama (38) yang memiliki koleksi sebanyak 200 lebih diecast Ferrari.
"Paling mahal Rp 4 juta ukuran 1:18 jenis Enzo Ferrari Hot Wheels dapat di eBay. Untuk Budget khusus sih tidak ada," ujar Dravy.
Selain itu menurut Dravy dari hobi mengoleksi diecast ini bisa menjadi investasi tersendiri bagi para pemiliknya dikarenakan harga jual kembali diecast yang tidak akan turun.
"Harga diecast tidak turun, malahan naik terus dan bisa buat investasi. Tapi kalau saya sendiri sih tidak mau jual lagi, untuk koleksi saja," tutup Dravy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




