ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ferrari Tiru Hyundai? Elettrica Usung Gigi Virtual dan Suara Mesin

Sabtu, 26 April 2025 | 08:32 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Mobil listrik Ferrari yang masih ditutup kamuflase
Mobil listrik Ferrari yang masih ditutup kamuflase (Instagram @derek.photography)

Jakarta, Beritasatu.com - Ferrari tiru Hyundai? Pertanyaan ini muncul setelah bocoran teknologi terbaru dari mobil listrik pertama Ferrari, Elettrica, mulai terungkap. Dalam upaya mempertahankan sensasi berkendara khasnya, Ferrari menyematkan dua fitur yang sangat familiar bagi penggemar mobil listrik performa tinggi: gigi virtual dan suara mesin buatan, dua teknologi yang sebelumnya sudah lebih dulu diterapkan oleh Hyundai pada Ioniq 5 N.

Meluncurkan mobil listrik memang bukan perkara mudah, bahkan untuk pabrikan legendaris sekelas Ferrari. Merek asal Italia ini selama puluhan tahun membangun citra lewat performa mesin pembakaran internal dan raungan suara yang menjadi ciri khas. Kini, dengan tuntutan elektrifikasi, Ferrari ditantang untuk mempertahankan identitasnya sambil tetap relevan.

Elettrica, nama sementara untuk mobil listrik pertama Ferrari, diperkirakan akan hadir dalam wujud hatchback-crossover. Berdasarkan dua paten terbaru yang ditemukan oleh Motor1, Ferrari tampaknya tak ingin membuat mobil listrik yang terasa “hening dan polos”. 

“Sebaliknya, mereka ingin menyuntikkan rasa emosional lewat pengalaman berkendara yang tetap menggugah, seperti Hyundai membuat Ioniq 5 N,” tulis Carscoops, Sabtu (26/4/2025).

ADVERTISEMENT

 Baca Juga: Real Madrid Bantah Mundur dari Final Copa del Rey Kontra Barcelona

Hyundai Ioniq 5 N - (Hyundai/-)
Hyundai Ioniq 5 N - (Hyundai/-)

Salah satu indikasinya adalah dengan mengadopsi sistem gigi virtual, mirip seperti milik Hyundai Ioniq 5 N. Sistem ini memungkinkan pengemudi merasakan perpindahan gigi seperti pada mobil bensin, meskipun sebenarnya Elettrica hanya digerakkan oleh motor listrik. Perpindahan gigi ini bisa dilakukan secara otomatis atau manual melalui paddle shift di setir, tergantung dari cara mengemudi.

Waktu perpindahannya pun bervariasi antara 200 milidetik hingga 600 milidetik, memberikan rasa dinamis seperti pada transmisi konvensional. Sebuah pendekatan yang, lagi-lagi, mengingatkan kita, apakah Ferrari tiru Hyundai?

Tidak hanya itu, Ferrari juga menyiapkan sistem suara buatan untuk melengkapi pengalaman berkendara. Paten kedua yang terdaftar menjelaskan alat khusus yang bekerja bersama sistem gigi virtual, menghasilkan suara raungan yang menyerupai mesin bensin Ferrari. Bahkan, pada video mata-mata yang beredar, terdengar suara dalam dan berat yang mengingatkan pada karakter suara mesin V8 atau V12 Ferrari.

Teknologi ini sebenarnya bukan sepenuhnya baru. Ferrari sudah mulai mengembangkannya sejak 2023 lewat paten “alat reproduksi suara”. Namun, kini pendekatan tersebut semakin matang dan siap hadir dalam Elettrica.

Namun, pertanyaan tetap terbuka, apakah teknologi ini cukup untuk memuaskan para tifosi yang terbiasa dengan sensasi “hidup” dari mesin Ferrari sejati?

Meski tampak mengikuti jejak Hyundai dalam menghadirkan elemen emosional ke mobil listrik, Ferrari tentu akan menambahkan sentuhan khasnya. Jika Hyundai sukses mencuri perhatian lewat pendekatan inovatif pada Ioniq 5 N, Ferrari tampaknya tak ingin ketinggalan, meski dengan pendekatan yang lebih mewah dan eksklusif.

Pada akhirnya, kalaupun Ferrari tiru Hyundai, bisa jadi itu adalah bentuk adaptasi agar teknologi masa depan tetap mampu menyentuh jiwa penggemar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon