Skandal Mobil Mewah China, Bos Kabur Tinggalkan Utang Gaji
Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tidak selamanya mobil buatan China bisa laris dan mendunia. Ada juga mobil buatan China yang bikin tutup dan bikin skandal. Terbaru adalah merek mobil listrik mewah buatan China, BeyonCa.
Dilaporkan Carnewschina, Sabtu (28/3/2026), perusahaan obil listrik mewah yang didirikan oleh mantan petinggi Volkswagen Group, Soh Weiming itu dilaporkan kolaps. Ironisnya, perusahaan yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan otomotif ini berhenti beroperasi dengan meninggalkan tumpukan utang gaji kepada ratusan karyawannya.
Padahal, di awal kemunculannya pada tahun 2022, BeyonCa sempat menyabet penghargaan sebagai "Perusahaan Paling Bernilai untuk Investasi Tahun Ini". Didirikan pada 2021, tim di balik BeyonCa bukanlah orang sembarangan. Selain Soh Weiming, ada nama Christian Klinger yang juga mantan petinggi VW, serta Hans-Joachim Rothenpieler sebagai kepala riset dan pengembangan.
Keberadaan para veteran otomotif ini awalnya memberikan kepercayaan diri tinggi bagi investor. BeyonCa bahkan sempat memamerkan model konsep mereka, GT Opus 1, sebuah sedan mewah bertenaga listrik sepanjang 5,2 meter dengan baterai raksasa 130 kWh. Mobil ini rencananya akan dijual dengan harga fantastis mulai dari 1 juta yuan atau sekitar Rp 2,2 miliar.
Namun, ambisi besar tersebut kini tampaknya tinggal kenangan. Pada 27 Maret 2024, media lokal Tiongkok melaporkan bahwa para karyawan BeyonCa merilis surat terbuka yang menyatakan perusahaan telah sepenuhnya menghentikan operasional.
“Surat tersebut mengungkapkan kondisi memprihatinkan ratusan keluarga karyawan yang kini terjebak krisis finansial karena upah yang tak kunjung dibayar,” tulis Carnewschina.
Masalah ini kian pelik karena manajemen BeyonCa dilaporkan menghilang dan tidak bisa dihubungi dalam waktu yang cukup lama. Selain gaji pokok, kewajiban perusahaan lainnya seperti iuran jaminan sosial, dana pensiun (housing provident fund), hingga penggantian biaya operasional pribadi karyawan juga tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.
Kegagalan ini memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat otomotif. Bagaimana mungkin perusahaan yang didukung oleh investasi strategis dari raksasa seperti Renault, Dongfeng, hingga grup investasi asal Arab Saudi, Al Faisaliah Group (AFG), bisa runtuh begitu saja tanpa sempat memproduksi satu pun unit mobil secara massal?
Hingga saat ini, para karyawan menuntut transparansi dan pertanggungjawaban penuh dari para pemegang saham. Mereka mendesak pembayaran seluruh hak-hak pekerja yang tertunda dan menyatakan siap membawa kasus ini ke jalur hukum jika tidak ada respons publik dari manajemen BeyonCa dalam waktu dekat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




