Lampu Lamborghini Urus Menguning, Biaya Gantinya Setara Harga Mobil!
Selasa, 5 Mei 2026 | 10:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemilik mobil mewah seperti Lamborghini tentu ingin menjadi pusat perhatian saat berkendara di jalan raya. Namun, apa jadinya jika perhatian tersebut datang bukan karena kegagalan desain yang futuristik, melainkan karena masalah estetika yang memalukan? Itulah yang dialami oleh seorang pemilik Lamborghini Urus baru-baru ini yang dikutip Carscoops, Selasa (5/5/2026).
Kejadian ini bermula ketika sebuah SUV Lamborghini Urus generasi pertama mengalami kecelakaan kecil yang merusak lampu siang hari atau Daytime Running Light (DRL) di sisi penumpang. Pemiliknya segera membawa mobil tersebut ke bengkel resmi untuk dilakukan perbaikan agar tampilannya kembali sempurna seperti baru keluar dari pabrik.
Sebagai informasi, satu unit rumah lampu depan Lamborghini Urus dibanderol dengan harga yang sangat fantastis, yakni berkisar antara 5.000 hingga 7.000 dolar AS (sekitar Rp 80 juta hingga Rp 112 juta). Dengan biaya setara harga mobil LCGC baru itu, meyakinkan pihak asuransi untuk mengganti lampu sisi lain yang secara teknis masih berfungsi bukanlah perkara mudah.
Dalam prosesnya, teknisi memang berhasil memperbaiki kerusakan tersebut dan mengembalikan pancaran cahaya putih kristal yang ikonik pada lampu sisi penumpang. Namun, masalah baru justru muncul setelah perbaikan selesai di mana: lampu di sisi pengemudi yang tidak diperbaiki kini terlihat kusam dan menguning jika dibandingkan dengan lampu baru di sisi sebelahnya.
Menurut penjelasan teknisi, fenomena lampu "belang" ini ternyata disebabkan oleh masalah teknis yang sudah cukup dikenal di kalangan pemilik Urus. Modul LED pada lampu tersebut terletak terlalu dekat dengan tabung pemandu cahaya di dalam rumah lampu. Seiring berjalannya waktu, panas yang dihasilkan oleh LED secara perlahan "membakar" ujung jalur cahaya tersebut.
Hasil dari panas berlebih ini mengubah warna cahaya DRL yang seharusnya putih bersih menjadi kuning hangat. Jika hanya dilihat sekilas dari jauh, perbedaan ini mungkin tampak samar. Namun, bagi pemilik mobil seharga miliaran rupiah, ketidaksamaan warna ini dianggap sebagai cacat visual yang sangat mengganggu keindahan mobil.
Komunitas pemilik Lamborghini pun ramai memperdebatkan masalah ini di media sosial. Banyak yang berpendapat bahwa estetika yang simetris adalah hal wajib untuk sebuah Super SUV. "Untuk harga perbaikan setara mobil, tentu saja saya akan sangat marah jika lampunya terlihat tidak senada," tulis salah satu netizen menanggapi foto mobil tersebut.
Pemilik mobil dikabarkan merasa sangat kecewa dengan hasil akhir yang tidak merata tersebut. Bahkan, saking malunya dengan kondisi lampu yang berbeda warna, ia dilaporkan enggan mengambil foto bagian depan mobilnya sendiri. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesempurnaan detail bagi konsumen di segmen kendaraan ultra-mewah.
Di sisi lain, teknisi sebenarnya menyarankan untuk mengganti kedua unit lampu depan secara bersamaan agar warnanya seragam 100%. Namun, kendala besar muncul dari pihak perusahaan asuransi. Asuransi biasanya hanya mau menanggung biaya perbaikan untuk bagian yang benar-benar rusak akibat kecelakaan, bukan untuk penyelarasan estetika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




