ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PSOI Ingin Perbanyak Kompetisi Selancar di Tanah Air

Selasa, 7 November 2023 | 12:12 WIB
CF
IC
Penulis: Chairul Fikri | Editor: CAH
Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) ingin memperbanyak kompetisi selancar berskala internasional digelar di Tanah Air.
Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) ingin memperbanyak kompetisi selancar berskala internasional digelar di Tanah Air. (Beritasatu.com/Chairul Fikri)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) ingin memperbanyak kompetisi selancar berskala internasional digelar di Tanah Air. Selain untuk memberikan pengalaman bagi atlet selancar lokal, penyelenggaraan kompetisi di Indonesia juga berpotensi meningkatkan ekonomi daerah.

Ketua Umum PB PSOI, Pandu Patria Sjahrir, K berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kompetisi selancar.

“Indonesia memiliki lokasi selancar yang unik dan tersebar di berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua. Oleh karena itu, penyelenggaraan kompetisi selancar tidak hanya memberikan kesempatan lebih banyak bagi atlet selancar lokal untuk berkompetisi, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi daerah,” ujar Pandu Patria Sjahrir dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/11/2023).

ADVERTISEMENT

PSOI akan berjuang untuk memanfaatkan potensi ekonomi dari sektor kelautan Indonesia.

"Dengan memanfaatkan potensi ini, kita dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memperkenalkan keindahan alam kepada dunia," tambahnya.

Indonesia sudah beberapa kali menjadi tuan rumah kompetisi selancar tingkat internasional. Pada 2023, Kabupaten Pesisir Barat di Provinsi Lampung menjadi tuan rumah World Surf League (WSL) Krui Pro Qualified Series 5000, sementara Kabupaten Nias Selatan menjadi tuan rumah ajang World Surf League (WSL) Nias Pro QS5000.

Menurut jadwal WSL, Indonesia masih akan menjadi tuan rumah kompetisi selancar, termasuk Manokwari Pro Junior dan Manokwari Pro pada 29 November hingga 3 Desember 2023.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSOI, Tipi Jabrik Noventin, juga menyampaikan bahwa selancar memiliki potensi besar untuk menghasilkan pendapatan ekonomi bagi daerah yang dikunjungi oleh peselancar.

Sebagai contoh, Tipi mengatakan bahwa jumlah peselancar yang datang bisa mencapai 26.000 orang, dengan rata-rata masa tinggal selama sembilan hari.

"Jadi, mereka menghabiskan rata-rata sekitar US$ 700. Jika dihitung, ini dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kunjungan wisatawan asing," kata Tipi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon