Amorim dan Postecoglou Tak Takut Kehilangan Pekerjaan setelah Final Liga Europa
Rabu, 21 Mei 2025 | 08:35 WIB
Bilbao, Beritasatu.com - Pelatih Manchester United Ruben Amorim dan manajer Tottenham Ange Postecoglou tidak takut kehilangan pekerjaan setelah final Liga Europa.
Kedua pelatih berada di bawah tekanan berat menjelang pertandingan final Liga Europa setelah kampanye yang suram di Liga Premier Inggris. Siapa kalah pasti akan menghadapi gelombang kritik baru segera setelah pertandingan final yang digelar di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, itu.
"Saya rasa pekerjaan saya belum selesai di sini," kata Postecoglou.
Postecoglou merasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk klub asal London tersebut. “Saya benar-benar merasa kami sedang membangun sesuatu. Trofi diharapkan dapat mempercepat hal ini. Saya masih berpikir masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saya masih jauh dari berpikir bahwa pekerjaan ini sudah selesai,” tambah Postecoglou.
Tottenham mengincar gelar pertamanya sejak 2008, setelah kalah di final Liga Champions pada 2019. Namun, mereka tetapi mengalami kesulitan di bawah asuhan Postecoglou musim ini. Mereka berada di posisi ke-17 di Liga Primer Inggris.
Sementara itu, Man United hanya unggul satu peringkat dari Tottenham di klasemen liga, membuat Amorim berada di posisi sulit.

Namun, pelatih asal Portugal itu mengatakan tidak tahu apakah berada di bawah tekanan yang lebih besar atau lebih kecil daripada rekannya di Tottenham.
“Ada beberapa pelatih yang kalah dalam beberapa pertandingan dan mereka dipecat. Saya pikir orang-orang melihat apa yang kami coba lakukan. Saya pikir orang-orang melihat bahwa terkadang saya lebih memikirkan klub daripada diri saya sendiri,” katanya.
“Orang-orang mengerti, terutama dewan direksi, bahwa kami memiliki banyak masalah. Saya akan mencoba membuktikan diri kepada para penggemar, kepada dewan direksi,” tambah Amorim.
Postecoglou akan menjadi pelatih Australia pertama yang menangani tim pada final di kompetisi Eropa. Final itu merupakan pertandingan ke-100-nya sebagai manajer Tottenham. “Tidak ada yang pasti dalam hidup, tidak ada yang pasti dalam olahraga,’ katanya.
“Anda hanya perlu mencoba dan memastikan Anda mengambil setiap peluang yang ada di depan Anda dan itulah yang telah saya lakukan sepanjang karier saya,” tambah pria Australia ini.
Postecoglou mengatakan, dipecat dari jabatan sebagai pelatih adalah hal yang tidak aneh. “Saya pernah berada di posisi ini sebelumnya, di mana pertandingan besar adalah pertandingan terakhir yang saya tangani. Jadi itu bukan hal yang aneh bagi saya. Saya selalu menghadapinya dengan cukup baik,” katanya.
Pria kelahiran Yunani itu memiliki riwayat berganti pekerjaan setelah memimpin klubnya meraih gelar. Dia mengatakan bukan orang pertama yang berganti pekerjaan, tetapi semua orang bisa berganti pekerjaan.
“Masa depan saya terjamin. Saya memiliki keluarga yang baik, saya memiliki kehidupan yang hebat, saya akan terus memenangi trofi hingga saya mencapai akhir, di mana pun itu. Jadi, jangan khawatir tentang masa depan saya,” ujarnya sebelum pertandingan final Liga Europa melawan Manchester United.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




