ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Final Liga Europa: Semua atau Tidak Sama Sekali bagi MU dan Tottenham

Rabu, 21 Mei 2025 | 10:04 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Pemain Tottenham berlatih selama sesi latihan menjelang pertandingan final Liga Europa melawan Manchester United di Stadion San Mames di Bilbao, Spanyol, Selasa, 20 Mei 2025.
Pemain Tottenham berlatih selama sesi latihan menjelang pertandingan final Liga Europa melawan Manchester United di Stadion San Mames di Bilbao, Spanyol, Selasa, 20 Mei 2025. (AP/Manu Fernandez)

Jakarta, Beritasatu.com - Semua atau tidak sama sekali saat Manchester United (MU) dan Tottenham bertemu di final Liga Europa, Kamis (22/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB.

Pemenang pertarungan dua sesama tim dari Inggris di Bilbao, Spanyol, akan mendapat tiket ke Liga Champions musim mendatang. Yang kalah dalam final Liga Europa tersebut, hanya bisa berkompetisi tingkat lokal dan pasti, habis-habisan dicerca.

Itulah yang dipertaruhkan di Estadio de San Mames, Bilbao, ssaat dua raksasa sepak bola Inggris mendapatkan satu kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim yang kelam, khususnya di Liga Inggris.

Hari-hari ketika Man United mendominasi Liga Premier dan menantang puncak sepak bola Eropa telah lama berlalu. Mereka sudah 12 tahun tanpa memenangi gelar juara Liga Inggris. Musim ini telah menjadi titik terendah Manchester merah.

ADVERTISEMENT

Man United berada di posisi ke-16 dari 20 tim yang bertarung di Liga Premier Inggris. Mereka mencatat rekor klub 18 kekalahan dalam satu musim sejak Liga Premier dimulai pada 1992. Mereka juga dipastikan akan mencatat total poin terburuknya pada era tersebut, serta finis terendahnya.

“Kami memiliki hal-hal yang lebih besar untuk dihadapi agar klub ini kembali ke puncak. Besok dapat membantu, dan memberi kami kekuatan untuk melakukan apa yang harus kami lakukan,” kata pelatih Man United Ruben Amorim, Selasa (20/5/2025).

"Orang-orang akan melihat tim kami dengan cara yang berbeda jika Anda memenangi gelar Eropa. Itu akan membantu kami untuk masa depan. Namun, itu tidak mengubah musim,” kata pria Portugal ini.

Tottenham berada satu peringkat di bawah United setelah kalah 21 kali di Liga Premier Inggris. Ini juga rekor terendah klub pada era modern.

"Sulit untuk mengontekstualisasikan beberapa tahun terakhir," kata pelatih Tottenham Ange Postecoglou.

"Saya telah mencoba untuk tetap berpegang pada proses membawa klub ke tempat mereka dapat bersaing untuk meraih trofi sambil meremajakan skuad. Itu merupakan tantangan yang adil, tetapi besok ada kesempatan untuk mencapai tujuan utama,” kata pelatih kelahiran Yunani ini.

Spurs, runner-up Liga Champions pada 2019, mengincar trofi pertama sejak Piala Liga Inggris yang digapai pada 2008.

Kedua tim sudah pasti lolos degradasi. Mereka memiliki jalur penyelamat ke Liga Champions melalui Liga Europa.

Para pendukung Manchester United bersorak saat berkumpul di pusat kota Bilbao, Spanyol, menjelang pertandingan final Liga Europa UEFA antara Manchester United dan Tottenham Hotspur, Selasa, 20 Mei 2025. - (AP/Bernat Armangue)
Para pendukung Manchester United bersorak saat berkumpul di pusat kota Bilbao, Spanyol, menjelang pertandingan final Liga Europa UEFA antara Manchester United dan Tottenham Hotspur, Selasa, 20 Mei 2025. - (AP/Bernat Armangue)

Liga Champions menawarkan prestise bermain bersama tim-tim seperti Real Madrid dan Barcelona, menarik minat calon pemain, dan disertai dengan hadiah finansial yang besar.

Real Madrid memperoleh hampir US$ 154 juta dari memenangi kompetisi tersebut untuk ke-15 kalinya musim lalu. Total hadiah uang telah meningkat dari US $2 miliar musim lalu menjadi US$ 2,7 miliar pada musim ini.

"Ini adalah hadiah yang luar biasa, dan kami tahu pentingnya bermain di Liga Champions," kata Postecoglou.

"Namun, klub ini pernah berada di Liga Champions sebelumnya; kami sudah lama tidak memenangi trofi,” tambah pria asal Australia ini.

Meskipun kembali ke Liga Champions juga menarik bagi Tottenham, peluang untuk mengakhiri paceklik trofi mungkin lebih diharapkan.

Manajer kelas atas seperti Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, atau Antonio Conte tidak dapat mengakhiri penantian Spurs untuk meraih trofi utama.

Bisa jadi takdir bahwa Postecoglou adalah orang yang akan mengakhiri paceklik gelar juara, setelah dengan berani meramalkan pada awal musim bahwa ia selalu memenangi trofi pada tahun keduanya.

Itu benar terjadi di klub-klub sebelumnya, Brisbane Roar, Yokohama F Marinos, dan Celtic. Hal itu akan luar biasa jika ia melanjutkan pencapaian itu setelah melalui musim yang sangat sulit.

“Ini bukan karena kurangnya pemain kelas dunia. Klub ini memiliki pemain kelas dunia. Ini bukan karena kurangnya manajer kelas dunia. Mereka memiliki manajer kelas dunia. Ada hal lain yang akan mengubah klub ini,” kata Postecoglou.

Man United terus memenangi trofi meskipun gagal memenangi Liga Premier sejak mantan manajer Alex Ferguson pensiun pada 2013.

Ini bisa menjadi tahun ketiga berturut-turut United mengakhiri musim dengan trofi setelah memenangi Piala Liga 2023 dan Piala FA 2024.

Amorim menggantikan Erik ten Hag sebagai pelatih United pada November 2024 tetapi belum mampu membalikkan performanya.

Dia kalah dalam 14 dari 26 pertandingan liga, termasuk enam dari delapan pertandingan terakhir.

Meskipun tidak ada tanda-tanda pekerjaannya terancam, dia telah meragukan posisinya, mengakui bahwa dia malu dengan performa timnya.

Postecoglou telah bekerja selama dua tahun di Spurs dan menjadi manajer tetap keempat klub tersebut dalam kurun waktu empat tahun saat bergabung dari Celtic pada 2023.

Kita nantikan, siapa yang akan menjadi juara pada final Liga Europa dini hari nanti.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapten Son Heung-min Angkat Trofi Liga Europa Tanpa Medali

Kapten Son Heung-min Angkat Trofi Liga Europa Tanpa Medali

SPORT
Kehabisan, Tak Semua Pemain Tottenham Terima Medali Juara Liga Europa

Kehabisan, Tak Semua Pemain Tottenham Terima Medali Juara Liga Europa

SPORT
Preview Tottenham vs Man United: Pukulan Buat Spurs, Bergvall Absen

Preview Tottenham vs Man United: Pukulan Buat Spurs, Bergvall Absen

SPORT
Amorim dan Postecoglou Tak Takut Kehilangan Pekerjaan setelah Final Liga Europa

Amorim dan Postecoglou Tak Takut Kehilangan Pekerjaan setelah Final Liga Europa

SPORT
Preview Final Liga Eropa Tottenham vs MU: Bukan Duel Papan Bawah!

Preview Final Liga Eropa Tottenham vs MU: Bukan Duel Papan Bawah!

SPORT
50.000 Suporter Inggris Siap Serbu Bilbao untuk Final Liga Europa

50.000 Suporter Inggris Siap Serbu Bilbao untuk Final Liga Europa

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT