Digoda Ulsan, Shin Tae-yong Akan Jadi Pelatih Bergaji Tertinggi Korea
Minggu, 3 Agustus 2025 | 11:59 WIB
Seoul, Beritasatu.com – Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sedang mempertimbangkan tawaran untuk menjadi pelatih kepala klub juara bertahan K-League 1, Ulsan Hyundai.
Shin menerima tawaran resmi dari Ulsan pada 28 Juli 2025 dan tengah meninjau detail kontrak yang ditawarkan. Jika kesepakatan tercapai, Shin akan menangani tim hingga akhir musim 2027.
“Gaji tahunan Shin disebut-sebut sebagai yang tertinggi di sepak bola Korea,” lapor KBS.
“Ia juga berencana membentuk tim kepelatihan baru untuk mendukung pekerjaannya,” ungkap media tersebut.
Saat ini, Shin Tae-yong menjabat sebagai Wakil Presiden yang bertanggung jawab atas kerja sama luar negeri di Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dan Presiden Kehormatan Seongnam FC di K-League 2.
Shin terakhir kali melatih klub pada 2012 bersama Seongnam FC. Kariernya di Indonesia berakhir pada Januari 2025 setelah tidak lagi melatih timnas di bawah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Reputasi Shin di Korea Selatan sangat besar. Pelatih kelahiran 1970 ini pernah membawa Seongnam menjuarai Liga Champions AFC 2010, memimpin timnas U-20, U-23, serta timnas senior Korea Selatan. Di Indonesia, ia mencetak sejarah dengan membawa timnas ke babak penyisihan grup Piala Asia 2023, semifinal Piala Asia U-23 2024, dan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Ulsan Hyundai merupakan klub elite yang sudah lima kali menjuarai K-League 1, termasuk tiga gelar berturut-turut pada 2022, 2023, dan 2024. Namun, musim ini mereka terpuruk di posisi ke-7 klasemen dengan 31 poin dan gagal menang dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Situasi tersebut memicu dewan direksi klub untuk memecat pelatih Kim Pan-gon, yang sebelumnya sukses membawa Ulsan juara pada musim lalu setelah meninggalkan posisi pelatih timnas Malaysia.
Kim mengaku kecewa atas perlakuan klub. “Saya hanya menerima surat pemecatan melalui media,” ujarnya kepada Yonhap.
“Proses administrasi mereka sangat bermasalah,” ungkapnya.
Proses pemecatan yang berlarut-larut ini menimbulkan ketidakpastian di internal klub. Bahkan, Asosiasi Sepak Bola Korea belum menerima dokumen resmi terkait pergantian pelatih Ulsan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




