Kecam Mohamed Salah, Stan Collymore: Kamu Bukan Messi
Senin, 8 Desember 2025 | 15:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan penyerang Liverpool, Stan Collymore, memberikan komentar tajam terkait pernyataan kontroversial Mohamed Salah soal hubungannya dengan pelatih Arne Slot. Ucapan Salah baru-baru ini memunculkan keraguan besar tentang masa depannya di Anfield menjelang bursa transfer Januari 2026.
Bintang asal Mesir itu dalam tiga laga terakhir hanya duduk di bangku cadangan dan bahkan tidak dimainkan saat Liverpool ditahan imbang 3-3 oleh Leeds United pada Sabtu (6/12/2025).
Setelah pertandingan tersebut, Salah mengungkapkan ia merasa telah “dikorbankan” klub dan menyatakan hubungannya dengan Slot sudah benar-benar retak. Ia juga mengatakan orang tuanya akan hadir di laga kandang melawan Brighton untuk “mengucapkan selamat tinggal” sebelum dirinya berangkat ke Piala Afrika.
Pernyataan mengejutkan itu langsung menimbulkan kehebohan di dunia sepak bola. Spekulasi mengenai masa depan Salah kini semakin memanas dengan bursa transfer yang tinggal beberapa minggu lagi.
Collymore kemudian menyampaikan analisis panjang melalui X (sebelumnya Twitter). “Mo Salah. Bacaan yang sangat panjang,” tulisnya membuka pernyataan itu.
Ia menegaskan budaya Liverpool selalu menempatkan klub di atas individu. “Satu hal yang tak pernah berubah, lebih dari klub Inggris mana pun. Klub selalu yang pertama dan terakhir. Pemain dan pelatih hanya menambah DNA mereka, tetapi klub tetap yang utama,” tulisnya.
Collymore mengakui Salah telah meninggalkan warisan besar di Anfield, tetapi terkejut dengan wawancara yang menurutnya seperti “melempar granat” ke dalam klub. Ia menilai reaksi fan bisa terbelah. Generasi muda mungkin mendukung, sementara yang lebih tua menggelengkan kepala.
“Liverpool adalah klub yang memegang teguh prinsip klub di atas segalanya. Bahkan Mo Salah akan sulit melawan itu,” lanjutnya.
Collymore juga menilai Slot memang memiliki pendekatan berbeda dibandingkan Jurgen Klopp. Slot digambarkan sebagai sosok tenang, sedikit berjarak, dan tidak segan membuat keputusan tegas, termasuk terhadap pemain besar seperti Trent Alexander-Arnold. Menurutnya, Slot sudah pantas dihormati setelah sukses meraih gelar di musim pertamanya.
Terkait performa tim, Collymore menyebut Liverpool tampil bagus secara sporadis tetapi juga membuat kesalahan-kesalahan besar. Karena itu, keputusan mencadangkan pemain yang menurun performanya adalah hal wajar.
“Pada era sepak bola 2025 yang dipenuhi kultus pemain bintang, Mo mungkin mulai menganggap dirinya berada pada level Messi atau Ronaldo, yang bisa melakukan apa pun yang mereka mau di dekade sebelumnya. Mo bukan mereka, dan Liverpool juga bukan klub seperti itu,” tegas Collymore.
Ia menilai anggapan Salah yang menyalahkan Slot tidak memiliki bukti kuat. Menurutnya, tidak ada manajer yang sengaja menyisihkan pemain terbaiknya. Collymore mengakhiri pernyataannya dengan menyebut masalah ini kini menjadi “luka terbuka” yang membutuhkan solusi segera.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




