Jumpa Pers Man City, Guardiola Malah Soroti Genosida di Palestina
Rabu, 4 Februari 2026 | 22:38 WIB
Manchester, Beritasatu.com – Konferensi pers Pep Guardiola menjelang leg kedua semifinal Piala Liga Inggris melawan Newcastle United pada Selasa (3/2/2026) berubah menjadi panggung diskusi kemanusiaan yang mendalam. Manajer Manchester City tersebut tak hanya bicara taktik, tetapi juga menyuarakan keprihatinan atas krisis di Palestina, Ukraina, hingga Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut diawali dengan suasana dingin. Guardiola, yang dikabarkan tengah berselisih dengan Sky Sports, memberikan jawaban singkat pada sesi televisi yang disiarkan langsung. Namun, suasana mencair saat memasuki sesi media cetak yang terikat aturan "embargo" (informasi yang baru boleh diterbitkan pukul 22.30 malam sebelum pertandingan).
Menanggapi kritik lama bahwa kesuksesan City hanya karena uang, Guardiola memberikan jawaban sarkastik yang kering. "Bursa transfer kali ini fantastis. Namun saya sedikit sedih karena dalam pengeluaran bersih lima tahun terakhir, Man City hanya di peringkat ketujuh. Saya ingin di puncak. Saya tidak mengerti mengapa klub tidak mengeluarkan lebih banyak uang," ujarnya menyindir tim-tim rival yang belanja lebih besar namun belum meraih trofi sebanyak City.
Momen paling emosional terjadi saat Guardiola ditanya mengenai pandangan dunianya. Ia menegaskan bahwa masalah sepak bola tidak ada apa-apanya dibandingkan tragedi kemanusiaan.
"Yang benar adalah, apa yang terjadi musim ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Genosida Palestina, konflik Ukraina-Rusia, di Sudan itu masalah sebenarnya, bukan sepak bola," tegas pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Guardiola, yang kerap memakai logo badan amal Open Arms di pakaiannya, menyatakan bahwa ia akan selalu bersuara demi melindungi nyawa manusia. "Ketika Anda membahas pembunuhan ribuan orang yang tidak bersalah, itu menyakitkan saya. Ini bukan soal memilih pihak, ini soal kemanusiaan," tambahnya.
Tak hanya isu Timur Tengah, Guardiola juga menyoroti kasus kekerasan aparat di Amerika Serikat, merujuk pada insiden yang menimpa warga sipil. "Jika seseorang berbuat salah, bawa ke pengadilan. Namun menembak orang yang terpojok? Bagaimana kamu bisa membenarkan itu?" tuturnya dengan nada bicara yang serius.
Meski banyak membahas isu global, Guardiola tetap memberikan pembelaan kepada pemainnya, termasuk Rodri, terkait kritik terhadap wasit. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas performa tim tetap ada pada dirinya dan para pemain, bukan pada keputusan pengadil lapangan.
Konferensi pers yang menyerupai sidang Majelis Umum PBB ini ditutup dengan seloroh jenaka khas Pep, sebelum ia kembali fokus menyusun rencana taktis untuk menghadapi Newcastle United.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




