Tudor Gaspol! Tottenham Diminta Punya Mentalitas Menderita
Minggu, 22 Februari 2026 | 10:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Igor Tudor memberikan kesan pertama yang sangat kuat sebagai pelatih baru Tottenham Hotspur. Dalam pertemuan pertamanya dengan media pada Jumat (20/2/2026) sore waktu setempat, Tudor menunjukkan sikap dingin namun penuh determinasi. Saat ditanya apakah ia menikmati hari-hari pertamanya di London, ia menjawab dengan lugas bahwa kehadirannya bukan untuk berekreasi.
"Saya tidak datang untuk bersenang-senang karena saya di sini untuk bekerja. Menikmati momen hanyalah untuk saat pertama, setelah itu ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Sangat fokus dan berkonsentrasi untuk melakukan hal yang benar bagi tim dan fans adalah prioritas saya," tegas Tudor dikutip situs resmi Tottenham.
Tugas Tudor di awal masa jabatannya tergolong sangat berat. Ia mewarisi skuad yang sedang pincang akibat badai cedera yang luar biasa. Setidaknya ada 10 pemain utama yang harus menepi, sehingga ia terpaksa menjalankan latihan hanya dengan 13 pemain. Namun, bagi pelatih asal Kroasia ini, situasi tersebut justru menjadi tantangan besar untuk membuktikan kualitasnya.
Fokus utama Tudor dalam beberapa sesi latihan pertama bukanlah soal skema taktik yang rumit, melainkan pembentukan karakter. Ia menginginkan para pemainnya memiliki "mentalitas menderita." Menurutnya, sebelum berbicara soal taktik dengan atau tanpa bola, para pemain harus memiliki kemauan untuk berlari dan bertarung bersama.
"Tujuan saya di sesi pertama ini adalah agar kami menjadi sebuah tim dalam arti yang sebenarnya. Tim yang mau menderita, bertarung, dan berlari. Ini adalah awal, karena kepribadian manusia datang sebelum profil pemain sepak bola," tambahnya.
Menghadapi Arsenal pada hari Minggu (22/2/2026) ini di Tottenham Hotspur Stadium, Tudor sadar betul akan tekanan besar yang ada. North London Derby selalu menjadi pertaruhan harga diri bagi para suporter. Meskipun waktu persiapannya sangat singkat, Tudor percaya bahwa perubahan mentalitas akan mulai terlihat di lapangan.
Tudor juga sempat bercanda mengenai hubungannya dengan beberapa pemain, termasuk bek Cristian Romero yang pernah bersamanya di Juventus. Ia menggunakan pendekatan personal ini untuk membangun kepercayaan diri skuad yang sedang terpuruk. Mengenai formasi, ia menekankan bahwa sistem permainan hanyalah angka di atas kertas, yang terpenting adalah fleksibilitas pemain.
Terkait posisi Tottenham yang sedang sulit di papan klasemen, Tudor menolak untuk terjebak dalam rasa panik. Baginya, posisi liga hanyalah konsekuensi dari kualitas kerja yang dilakukan setiap hari di pusat latihan. Ia tidak ingin para pemainnya terganggu oleh bayang-bayang degradasi atau target klasemen yang masih jauh.
"Saya tidak pernah berbicara tentang hasil akhir musim. Saya percaya pada latihan hari ini. Posisi liga adalah konsekuensi dari hal itu. Perilaku kami harus tetap sama, tidak peduli berapa poin yang kami miliki," ujar mantan pelatih Marseille tersebut.
Menutup sesi konferensi pers, Tudor memberikan pesan yang meyakinkan bagi para suporter setia Spurs. Ia meminta dukungan penuh di stadion untuk membantu para pemain bangkit dari periode sulit ini. Ketika ditanya mengenai keyakinannya apakah Tottenham akan tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan, ia menjawab dengan sangat singkat dan mantap.
"Apakah saya percaya diri kami tetap di Premier League? 100 persen," tutupnya mengakhiri sesi wawancara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




