Profil Alysa Liu, Peraih Emas Skating Olimpiade Musim Dingin 2026
Senin, 23 Februari 2026 | 18:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pada Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Alysa Liu memenangkan medali emas nomor perorangan figure skating. Kemenangan tersebut menjadi emas wanita tunggal pertama bagi Amerika Serikat sejak 2002 dan mengakhiri penantian 24 tahun.
Ia meraih total 226,79 poin, termasuk 150,20 poin pada free skate yang menjadi faktor kunci keberhasilannya. Penampilan hampir sempurna itu membuat namanya ramai diberitakan media internasional, termasuk karena gaya rambut ber-highlight unik dan piercing frenulum yang menjadi identitas personalnya.
Selain emas individu, Alysa juga berperan dalam keberhasilan Amerika Serikat meraih emas nomor tim. Pada free skate, ia bangkit dari posisi ketiga dan menyalip pesaing lewat eksekusi matang yang menunjukkan ketenangan mental serta kemampuan comeback yang kuat.
Siapa Alysa Liu?
Lahir pada 8 Agustus 2005 di California, Amerika Serikat, Alysa Liu telah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia dini. Pada usia 13 tahun, ia menjadi juara nasional senior termuda dalam sejarah US Championships, prestasi yang belum pernah dicapai atlet wanita seusianya.
Secara teknis, Liu mencetak sejarah sebagai wanita Amerika pertama yang berhasil melakukan triple Axel di kompetisi resmi. Ia juga menjadi satu-satunya atlet Amerika yang mengeksekusi quadruple jump dan triple Axel dalam satu program pada level internasional.
Pada 2020, ia meraih medali perunggu di World Junior Championships, mempertegas dominasinya di level junior dunia. Memasuki level senior, ia menjuarai berbagai ajang seperti ISU Challenger Series Lombardia Trophy dan Nebelhorn Trophy.
Pada Olimpiade Beijing 2022, ia tampil kompetitif sebelum akhirnya meraih medali perunggu di ISU World Championships 2022, menjadi wanita Amerika pertama yang meraih medali dunia sejak 2016.
Pada akhir 2022, Alysa sempat mengumumkan pensiun pada usia 16 tahun setelah Olimpiade Beijing. Ia mengaku kehilangan energi dan passion, serta ingin merasakan kehidupan remaja yang lebih normal sambil fokus pada pendidikan di University of California, Los Angeles.
Selama masa istirahat, Alysa menjalani berbagai aktivitas di luar arena, termasuk trekking ke Mount Everest Base Camp, bepergian bersama teman, dan mengeksplorasi kehidupan kampus.
Pengalaman tersebut membantunya memulihkan motivasi dan menemukan kembali hasrat terhadap olahraga. Ia menyatakan merindukan atmosfer kompetisi dan tepuk tangan penonton, yang kemudian menjadi alasan kuat untuk kembali ke dunia skating.
Kembali pada Kejuaraan dan Puncak Karier Olimpiade
Keputusan Alysa kembali bertanding pada 2024 menunjukkan kedewasaan dan tekad yang kuat. Ia mengambil kendali penuh atas musik, kostum, serta koreografi programnya, mencerminkan kematangan dalam setiap penampilan.
Pada 2025 World Figure Skating Championships di Boston, Liu meraih gelar juara dunia, menjadi wanita Amerika pertama dalam 19 tahun yang memenangkan kejuaraan tersebut.
Ia juga tampil konsisten di ISU Grand Prix Final dan memecahkan sejumlah rekor teknis, termasuk total poin tertinggi bagi wanita Amerika di kategori senior.
Kontribusinya dalam kompetisi tim Amerika, terutama di Ice Dance Showcase dan Free Skate Team Events, menunjukkan kemampuannya berkolaborasi dan membawa tim meraih hasil maksimal. Dukungan keluarga, termasuk sang ayah yang merupakan imigran, menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.
Selain prestasi olahraga, Alysa Liu dikenal memiliki gaya visual khas. Rambut berhighlight dengan pola menyerupai tree rings menjadi ciri unik yang mencuri perhatian di arena, terutama saat Olimpiade 2026.
Ia juga memiliki piercing frenulum, tindikan kecil di jaringan antara bibir atas dan gusi yang terlihat saat tersenyum atau berbicara. Media internasional menilai ciri tersebut sebagai bagian dari identitas visualnya, membuktikan bahwa seorang atlet dapat menampilkan gaya personal tanpa mengurangi profesionalisme.
Kemenangan pada Olimpiade Milano-Cortina 2026 dan gelar juara dunia 2025 mempertegas posisi Alysa Liu sebagai salah satu atlet figure skating terkemuka Amerika Serikat.
Setiap penampilannya di atas es memperlihatkan perpaduan teknik tinggi dan ketenangan mental yang jarang dimiliki atlet seusianya. Selain prestasi, gaya visual yang khas melalui rambut ber-highlight dan piercing frenulum menambah dimensi unik pada sosoknya sebagai atlet profesional.
Jejak karier dan inovasi yang ditunjukkan Alysa Liu kini menjadi standar baru dalam dunia figure skating. Dari remaja berbakat hingga juara dunia dan Olimpiade, namanya tercatat dalam sejarah olahraga sekaligus diakui sebagai ikon global yang membentuk citra atlet modern.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




