ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perayaan Italia Picu Ketegangan Jelang Lawan Bosnia-Herzegovina

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:48 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Pemain Italia Sandro Tonali (kiri) melakukan selebrasi setelah mencetak gol pada pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara, di Bergamo, Italia, Kamis, 26 Maret 2026.
Pemain Italia Sandro Tonali (kiri) melakukan selebrasi setelah mencetak gol pada pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara, di Bergamo, Italia, Kamis, 26 Maret 2026. (AP/Antonio Calanni)

Jakarta, Beritasatu.com — Federico Dimarco menegaskan Italia tetap menghormati Bosnia-Herzegovina setelah dirinya bersama beberapa rekan setim tertangkap kamera merayakan kemenangan Bosnia atas Wales. Kemenangan itu membawa Bosnia-Herzegovina ke final kualifikasi Piala Dunia 2026 dan bertemu Italia.

Bek sayap Italia itu menjelaskan, reaksi tersebut terjadi secara spontan saat para pemain menyaksikan adu penalti bersama di pusat latihan tim nasional di Coverciano.

"Saya menghormati semua klub dan, yang terpenting, semua tim nasional. Itu adalah reaksi naluriah; kami berada di antara teman-teman yang menonton adu penalti," kata Federico Dimarco dalam konferensi pers, Sabtu (28/3/2026).

Italia bersiap menghadapi Bosnia-Herzegovina pada Selasa (31/3/2026) di Zenica dalam laga yang sangat menentukan agar tak absen lagi pada Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

Azzurri sebelumnya finis di posisi kedua grup kualifikasi, tertinggal jauh dari Norwegia. Pada Kamis (26/3/2026), Italia menang 2-0 atas Irlandia Utara di Atalanta sebelum menyaksikan laga dari Cardiff, Wales, yang berakhir dramatis.

Dalam pertandingan tersebut, Edin Dzeko mencetak gol penyama kedudukan pada menit akhir untuk membawa laga ke perpanjangan waktu sebelum Bosnia-Herzegovina menang melalui adu penalti.

Saat kemenangan Bosnia dipastikan, Federico Dimarco, Sandro Tonali, dan sejumlah pemain Italia terlihat merayakannya dalam tayangan stasiun televisi pemerintah Rai.

Reaksi itu kemudian memicu perhatian dari kubu Bosnia-Herzegovina. Miralem Pjanic, mantan pemain internasional Bosnia yang pernah sembilan musim bermain di Serie A bersama Roma dan Juventus, mengaku tidak memahami sikap para pemain Italia.

"Kegembiraan Dimarco dan pemain Azzurri lainnya? Jujur, saya tidak mengerti mengapa," ujar Miralem Pjanic kepada La Gazzetta dello Sport.

Ia bahkan menilai atmosfer di Zenica harus dibuat sangat menekan bagi Italia. "Kita harus menciptakan atmosfer yang mengerikan untuk pertandingan ini. Dibutuhkan karakter yang kuat untuk pulang dari Zenica dengan kemenangan,” ujarnya.

Federico Dimarco menegaskan tidak ada niat merendahkan lawan, termasuk kepada Bosnia-Herzegovina.

Ia juga mengaku sudah berbicara langsung dengan Edin Dzeko, mantan rekan setimnya di Inter Milan. "Saya berbicara dengan Dzeko, seorang teman, dan mengucapkan selamat kepadanya. Saya ulangi, saya tidak menunjukkan rasa tidak hormat kepada siapa pun, baik kepada Bosnia maupun kepada orang-orang Bosnia; kita semua adalah orang-orang yang baik," kata Federico Dimarco.

Italia masih membawa beban sejarah setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022.

Pada dua edisi sebelumnya, Italia tersingkir pada babak play-off masing-masing oleh Swedia dan Makedonia Utara.

Federico Dimarco menolak anggapan bahwa skuad Italia bersikap arogan. "Saya mendengar orang-orang mengatakan kami arogan. Sebenarnya tidak ada alasan untuk itu, kami telah absen di dua Piala Dunia terakhir," ujarnya.

Ia juga menyayangkan momen perayaan itu direkam dan kemudian menjadi bahan perdebatan. "Semua itu membuat saya kesal, dan saya pikir agak tidak sopan untuk direkam pada saat itu," lanjutnya.

Meski menyadari atmosfer di Zenica akan sangat berat, Italia menegaskan datang dengan tekad besar untuk lolos.

"Kami benar-benar ingin lolos ke Piala Dunia ini. Kami adalah kelompok yang rukun. Kami mengharapkan atmosfer yang penuh permusuhan, tetapi kami adalah Italia, dan kami harus menampilkan performa yang hebat,” ujarnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dengan Mata Berkaca-kaca, Gattuso Minta Maaf setelah Italia Kalah

Dengan Mata Berkaca-kaca, Gattuso Minta Maaf setelah Italia Kalah

SPORT
Timnas Bosnia-Herzegovina Tak Malu Pilih Parkir Bus demi Jegal Italia

Timnas Bosnia-Herzegovina Tak Malu Pilih Parkir Bus demi Jegal Italia

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT