ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dengan Mata Berkaca-kaca, Gattuso Minta Maaf setelah Italia Kalah

Rabu, 1 April 2026 | 06:51 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, berjalan keluar lapangan setelah kalah dalam pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina di Zenica, Bosnia, Selasa, 31 Maret 2026.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, berjalan keluar lapangan setelah kalah dalam pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina di Zenica, Bosnia, Selasa, 31 Maret 2026. (AP/Fabio Ferrari)

Jakarta, Beritasatu.com – Pelatih Gennaro Gattuso menyampaikan permintaan maaf kepada publik Italia setelah timnya gagal lolos Piala Dunia FIFA 2026 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Italia kalah adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Dalam pertandingan di Zenica, Bosnia-Herzegovina, Italia sempat unggul lebih dahulu, tetapi harus kehilangan satu pemain sehingga tuan rumah mampu menyamakan skor sebelum akhirnya menang melalui adu penalti.

Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Italia setelah sebelumnya juga tersingkir pada fase play-off dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, meski berstatus juara dunia empat kali dan terakhir menjadi kampiun pada 2006.

"Hari ini para pemain tidak pantas menerima kekalahan seperti ini," kata Gattuso kepada RAI dengan mata berkaca-kaca.

ADVERTISEMENT

"Kami hanya memiliki 10 pemain, kami memiliki tiga peluang bagus dan mereka hampir tidak merepotkan kami. Maaf, ini sepak bola dan saya bangga dengan anak-anak saya," lanjutnya.

Menurut Gattuso, kegagalan tersebut menjadi pukulan berat karena tim sangat membutuhkan kelolosan ini untuk mengangkat kembali kepercayaan sepak bola Italia.

"Ini menyakitkan, karena kami membutuhkannya untuk kami, untuk seluruh Italia dan untuk gerakan kami. Sebuah pukulan yang sulit dicerna," ujarnya.

Pelatih Italia itu juga menyinggung insiden kontroversial saat perpanjangan waktu, ketika pelanggaran Tarik Muharemovic di tepi kotak penalti hanya diganjar kartu kuning.

Meski demikian, Gattuso menolak memperpanjang polemik mengenai keputusan wasit. "Saya tidak ingin membicarakan apa pun, tetapi hari ini tidak adil," katanya.

Ia menambahkan, pengalaman panjang pada dunia sepak bola membuatnya memahami bahwa kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari perjalanan, tetapi hasil kali ini tetap sangat sulit diterima.

"Saya telah berada dalam dunia sepak bola selama bertahun-tahun, terkadang saya bersukacita dan hari ini saya menerima pukulan telak. Ini sulit dicerna, mereka juga mengejutkan saya dengan semangat yang mereka tunjukkan," ujar Gattuso.

Saat ditanya mengenai masa depannya setelah kegagalan ini, Gattuso menegaskan, fokus utama bukan dirinya, melainkan kondisi tim nasional.

"Saat ini membicarakan masa depan saya tidak penting, yang penting adalah lolos ke Piala Dunia. Kami berpegang pada penampilan ini, tetapi ini menyakitkan dan saya minta maaf," tambahnya.

Gattuso baru mengambil alih tim nasional setelah menggantikan Luciano Spalletti pada awal fase kualifikasi seusai Italia kalah dari Norwegia.

Sementara itu, Ketua Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, menyatakan masih memberi dukungan penuh kepada Gattuso.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Rino Gattuso. Dia adalah pelatih hebat, saya memintanya untuk tetap memimpin tim ini," kata Gravina kepada wartawan.

Ia menilai dalam beberapa bulan terakhir tim menunjukkan perkembangan yang signifikan, meski hasil akhir belum sesuai harapan.

Gravina juga mengakui dirinya kini berada dalam tekanan besar karena kegagalan berulang Italia di level internasional.

"Untuk bagian politik, ada tempat untuk melakukan evaluasi, yaitu Dewan Federal," ujarnya.

"Saya sudah memutuskan untuk memanggil mereka minggu depan, akan ada evaluasi yang dilakukan secara internal,” tambahnya.

Menanggapi tuntutan pengunduran diri yang mulai muncul, Gravina menyebut evaluasi akan dilakukan melalui mekanisme resmi federasi.

"Saya memahami permintaan pengunduran diri mengingat situasinya, tetapi ada tempat yang tepat untuk melakukan evaluasi," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Berapa Kali Italia Tidak Lolos Piala Dunia?

Berapa Kali Italia Tidak Lolos Piala Dunia?

SPORT
Meski Tersingkir, Italia Masih Percaya Gattuso dan Buffon

Meski Tersingkir, Italia Masih Percaya Gattuso dan Buffon

SPORT
Kalah Adu Penalti, Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali Berturutan

Kalah Adu Penalti, Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali Berturutan

SPORT
Bosnia Lolos Dramatis ke Piala Dunia 2026, Italia Tersingkir Lagi

Bosnia Lolos Dramatis ke Piala Dunia 2026, Italia Tersingkir Lagi

SPORT
Edin Dzeko, Striker Gaek yang Wajib Diwaspadai para Bek Italia

Edin Dzeko, Striker Gaek yang Wajib Diwaspadai para Bek Italia

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT