Kalah Adu Penalti, Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali Berturutan
Rabu, 1 April 2026 | 05:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Italia gagal menembus putaran final Piala Dunia FIFA untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah ditahan imbang 1-1 oleh Bosnia-Herzegovina, sebelum akhirnya kalah dalam adu penalti pada laga penentuan di Bilino Polje, Zenica, Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Bagi Bosnia-Herzegovina, hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena mereka memastikan tampil lagi pada putaran final Piala Dunia setelah penantian 12 tahun, sedangkan juara dunia empat kali itu harus kembali menelan kekecewaan.
Bermain di hadapan atmosfer stadion yang penuh tekanan, tuan rumah lebih dahulu mengancam lewat tendangan Erdin Demirović dari luar kotak penalti. Namun, Gianluigi Donnarumma masih sigap mengamankan bola.
Italia kemudian memanfaatkan kesalahan Nikola Vasilj pada menit awal pertandingan. Kiper Bosnia-Herzegovina itu salah mengirim umpan yang langsung jatuh ke kaki Nicolò Barella di dekat kotak penalti.
Barella segera mengalirkan bola kepada Moise Kean yang menuntaskannya dengan penyelesaian apik menggunakan punggung kaki untuk membawa Azzurri unggul lebih dahulu.
Bosnia-Herzegovina tidak kehilangan semangat setelah tertinggal. Ivan Bašić sempat menguji Donnarumma lewat tembakan keras dari luar kotak penalti sebelum Nikola Katić gagal memaksimalkan peluang sundulan tanpa kawalan.
Tekanan tuan rumah terus berlanjut, termasuk melalui sundulan Demirović yang masih melebar dari situasi bola mati.
Masalah besar kemudian datang untuk Italia menjelang turun minum. Meski sedang unggul, tim asuhan Genaro Gattuso harus bermain dengan 10 orang setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Amar Memić saat penyerang lawan berlari menembus lini belakang.
Memasuki babak kedua, Sergej Barbarez langsung melakukan dua pergantian pemain untuk memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Salah satu pemain yang masuk, Kerim Alajbegović, langsung memberi ancaman kepada Donnarumma.
Meski pertahanan mereka mulai goyah, Italia sempat mendapat peluang emas pada menit ke-60 saat Bosnia-Herzegovina kembali kehilangan bola di lini tengah. Moise Kean berhasil lolos sendirian ke depan gawang.
Namun, penyerang Fiorentina tersebut gagal menjaga ketenangan dan melepaskan tendangan terlalu tinggi ketika tinggal berhadapan dengan Vasilj.
Bosnia-Herzegovina terus menekan hingga Donnarumma dipaksa melakukan penyelamatan penting pada menit ke-70. Kiper Manchester City itu menepis tembakan rendah Benjamin Tahirović yang mengarah ke tiang kanan gawang.
Setelah sempat menggagalkan sundulan Edin Džeko, Donnarumma akhirnya tidak mampu menahan bola saat Haris Tabaković memaksanya masuk ke gawang untuk menyamakan skor menjadi 1-1 dengan sisa waktu lebih dari 10 menit.
Skor imbang membuat pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Pada periode ini, Italia sempat memprotes keputusan wasit Clément Turpin saat Marco Palestra dijatuhkan Tarek Muharemović di depan kotak penalti.
Pemain Italia meminta kartu merah, tetapi wasit hanya mengeluarkan kartu kuning.
Dari situasi bola mati tersebut, Palestra mengirim umpan ke tiang jauh yang disambut Sebastiano Esposito, tetapi Nikola Vasilj kembali melakukan penyelamatan penting.
Peluang terbaik pada babak kedua perpanjangan waktu datang melalui Benjamin Tahirović, tetapi tembakannya masih melebar sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam tekanan besar suporter tuan rumah di Stadion Bilino Polje, Sebastiano Esposito gagal menjalankan tugas sebagai penendang pertama Italia.
Bosnia-Herzegovina justru tampil tenang dengan mencetak tiga penalti awal mereka, sementara Bryan Cristante gagal setelah bola sepakannya membentur mistar.
Penentuan akhirnya datang dari Esmir Bajraktarević. Tendangannya yang meluncur di bawah Donnarumma memastikan Bosnia-Herzegovina lolos ke Piala Dunia, disambut gemuruh suporter yang memenuhi stadion.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




