Hasil Final Four Proliga 2026: Bhayangkara Libas Surabaya
Kamis, 2 April 2026 | 18:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Tim voli putra Jakarta Bhayangkara Presisi memulai langkah pada final four Proliga 2026 dengan hasil meyakinkan setelah menundukkan Surabaya Samator tiga set langsung 3-0 (26-24, 25-16, dan 25-16) di GOR Jawa Pos Arena, Kamis (2/4/2026).
Tim besutan Reidel Toiran tampil konsisten sejak awal hingga akhir pertandingan. Kemenangan ini menjadi bekal penting bagi Rendy Tamamilang dan rekan-rekan dalam upaya mengamankan tempat ke grand final Proliga 2026.
Jakarta Bhayangkara Presisi mengandalkan kontribusi dua pemain asingnya, Martin Atanasov dan Bardia Saadat, yang mampu memberi tekanan besar sepanjang laga.
Pada set pertama, Surabaya Samator langsung memberikan perlawanan melalui susunan pemain utama seperti Rama Fauzan, Lyvan Taboada, dan Tedy Oka. Persaingan poin berlangsung ketat dengan skor sempat imbang 16-16.
Memasuki fase penentuan, Surabaya Samator lebih dulu mencapai angka 24-23. Namun, serangan balik yang dibangun Nizar Zulfikar membuat Jakarta Bhayangkara Presisi menyamakan skor menjadi 24-24 sebelum akhirnya menutup set pembuka 26-24.
Permainan ketat kembali terlihat pada awal set kedua ketika skor masih 5-5. Setelah itu, Jakarta Bhayangkara Presisi mulai menguasai pertandingan dengan keunggulan 8-5, lalu menjauh menjadi 13-8.
Serangan beruntun dari Bardia Saadat dan Martin Atanasov membuat pertahanan Surabaya Samator kesulitan berkembang. Keunggulan terus terjaga hingga set kedua ditutup dengan skor 25-16.
Pada set ketiga, Jakarta Bhayangkara Presisi langsung mengambil kendali dengan memimpin 9-6, lalu memperlebar jarak menjadi 17-10.
Pelatih Surabaya Samator Rodolfo Sanchez sempat mengambil time-out untuk mengembalikan fokus timnya. Namun, pertahanan rapat yang dibangun Gumilar dan Abhinaya membuat lawan sulit mengejar ketertinggalan. Jakarta Bhayangkara Presisi mencapai match point pada angka 24-15 sebelum mengakhiri pertandingan 25-16.
Seusai pertandingan, manajer tim Surabaya Samator Hadi Sampurno menilai timnya sempat menunjukkan perlawanan pada set pertama.
"Karena tim kami sempat memberikan perlawanan dan perolehan angka pun ketat," ucapnya.
Pemain Surabaya Samator Rama Fauzan mengakui timnya banyak melakukan kesalahan sendiri saat pertandingan berlangsung. "Banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri," kata Rama.
Sementara itu, pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Reidel Toiran menyebut kemenangan ini tetap menyisakan catatan evaluasi. "Untuk pemain asing, kami berharap di pertandingan berikutnya bisa lebih baik lagi," kata Toiran.
Ia menambahkan performa timnya belum sepenuhnya maksimal.
Kapten tim Jakarta Bhayangkara Presisi Rendy Tamamilang juga menilai koordinasi tim semakin membaik. "Dan pemain asing kami hari ini sedikit bisa adaptasi, sehingga kami mudah berkomunikasi," kata Rendy Tamamilang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




