Bukan Soal Mourinho, Perez Gelar Keterangan Pers Darurat Real Madrid
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, secara mengejutkan menggelar konferensi pers darurat, Selasa (12/5/2026) waktu setempat. Keterangan pers itu justru bukan mengumumkan terpilihnya Jose Mourinho sebagai pelatih baru Real Madrid, sesuai spekulasi belakangan ini.
Alih-alih, dikutip Football 365, Florentino Perez justru mengumumkan percepatan pemilihan umum klub. Keputusan itu diambil setelah dirinya melakukan pertemuan darurat dengan jajaran direksi. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers yang diwarnai amukan luar biasa terhadap media massa, menyusul performa buruk klub yang mengakhiri musim tanpa trofi untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Kondisi di internal Los Blancos saat ini dilaporkan sangat genting. Selain kegagalan di lapangan yang mengancam kursi kepelatihan Alvaro Arbeloa, padahal ia baru menjabat empat bulan menggantikan Xabi Alonso, ruang ganti tim juga dikabarkan memanas. Laporan terbaru menyebutkan adanya perkelahian antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni yang mengakibatkan Valverde harus dilarikan ke rumah sakit karena luka di kepalanya.
Dalam konferensi pers yang jarang terjadi ini, Perez yang kini berusia 79 tahun menepis rumor bahwa dirinya akan mengundurkan diri. Sebaliknya, ia justru mempercepat pemilu klub tiga tahun lebih awal dari jadwal seharusnya.
"Saya tidak akan mundur. Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses pemilu, di mana saya dan jajaran direksi saat ini akan mencalonkan diri kembali," tegas Perez.
Perez terlihat sangat emosional saat menyerang spekulasi media mengenai kesehatan dan masa depannya. "Kampanye absurd telah dibuat untuk menyerang saya secara pribadi. Mereka bilang saya sakit kanker stadium akhir. Saya masih memimpin Real Madrid dan ACS. Kesehatan saya sempurna. Jika saya sakit kanker, saya seharusnya berada di pusat onkologi," ujarnya dengan nada tinggi di hadapan para jurnalis.
Ia juga menyindir pemberitaan media lokal yang menyebutnya sudah terlalu tua dan kelelahan untuk memimpin klub sebesar Madrid. Dengan nada sarkastik, ia menantang penulis berita tersebut untuk menemuinya secara langsung. "Mereka bilang saya lelah, saya sudah tua. ABC bilang saya sangat lelah. Saya bahkan tidak kenal pria yang menulis itu. Apakah dia ada di sini? Saya ingin menyapanya," lanjut Perez.
Terkait prestasi klub, Perez mengingatkan publik akan sejarah panjang kesuksesannya meski musim ini berakhir mengecewakan. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah orang pertama yang paling ingin menang.
"Tahun ini kita tidak memenangkan apa pun, tapi ingat, kita telah memenangkan 37 gelar di sepak bola dan 26 gelar di basket. Saya akan maju untuk membela Madrid, bukan karena intimidasi dari jurnalis," tambahnya.
Perez juga melancarkan serangan personal kepada beberapa jurnalis yang hadir, termasuk Ruben Canizares dari media Relevo, yang dituduhnya sebagai pembuat masalah bagi klub. Suasana di ruang pers sempat memanas ketika beberapa anggota media memprotes komentar Perez yang dianggap terlalu ofensif. Perez menegaskan bahwa media tidak memiliki peran dalam pengambilan keputusan di Real Madrid.
Menutup amukannya yang berlangsung selama lebih dari 20 menit, Perez menekankan dedikasi totalnya bagi klub yang ia cintai. "Mereka tidak memegang kendali. Mengapa mereka ingin membunuh saya? Saya terpilih sebagai presiden terbaik dalam sejarah. Kita memiliki klub dan skuad paling berharga dalam sejarah. Saya bekerja siang dan malam seperti 'binatang' untuk Real Madrid," pungkasnya dengan penuh emosi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




