ACT Salurkan Santunan untuk Keluarga Awak KRI Nanggala 402
Minggu, 2 Mei 2021 | 21:17 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Organisasi kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT), menyalurkan bantuan kepada keluarga ahli waris awak KRI Nanggala 402.
Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin menyampaikan pihaknya turut berduka cita atas gugurnya para prajurit patriot bangsa dalam tragedi KRI Nanggala 402 beberapa waktu lalu.
"ACT berkomitmen membantu keluarga korban para prajurit patriot bangsa yang gugur dalam tragedi KRI Nanggala 402," kata Ahyudin usai penyerahan bantuan secara simbolis kepada keluarga awak KRI Nanggala 402 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (2/5/2021).
Menurut Ahyudin, bantuan yang diberikan ACT berupa santunan uang Rp 5 juta per keluarga yang diserahkan setiap bulan selama setahun, santunan Rp10 juta, serta beasiswa bagi putera-puteri prajurit KRI Nanggala 402 hingga lulus sarjana strata-1 (S-1).
"Santunan ini merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat dan diharapkan para awak kapal selam yang gugur diterima di sisi Allah SWT," terang dia.

Dalam kesempatan ini, ACT juga menitipkan bantuan pangan Ramadan berupa 100 ton beras dan 10.000 karton Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk disalurkan ke sejumlah pesantren dan lingkungan sekitarnya di Jawa Timur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi perhatian yang diberikan ACT dan Global Wakaf yang menyalurkan bantuan kepada keluarga awak KRI Naggala 402.
"Kita perlu bersama-sama menguatkan semangat mereka terkait dengan keberlanjutan mereka hari ini dan bantuan ATC berupa santunan duka, bantuan bulanan Rp 5 juta selama 12 bulan sampai beasiswa akan bisa menguatkan semangat mereka," katanya.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim sendiri menyalurkan santunan kematian sebesar Rp 10 juta kepada masing-masing keluarga korban. Sejauh ini, santunan memang belum bisa semua diserahkan.
"Yang sempat kita datangi kita langsung serahkan dan disini kita juga serahkan dan kita akan serahkan pada proses berikutnya. Kami sangat berduka dan kehilangan tak hanya dirasakan keluarga, tapi semua masyarakat Indonesia benar-benar kehilangan," ucap dia.
Khofifah menegaskan dirinya akan tetap memberikan semangat kepada istri para prajurit untuk tetap menatap ke depan dan tabah menjalani kehidupan selanjutnya. "Suami-suami ibu-ibu dipilih Allah SWT gugur di bulan suci Ramadan. Insyaallah husnulkhatimah," katanya.
Adapun terkait bantuan 100 ton beras dan 10.000 karton air mineral, Khofifah mengatakan, pihaknya akan menyalurkannya ke pesantren di daerah Madura, Matraman dan Tapal Kuda.
"Insyaallah ini akan sangat membantu pesantren dan lingkungan sekitarnya yang juga terdampak sekali sejak setahun seperti pedagang di sekitarnya. Oleh karena itu, bantuan beras ini akan memberikan manfaat yang besar, tidak hanya pesantren atau para pedagang di sekitarnya tapi juga para ustaz," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




