Penerima Anugerah Adibhakti Sanapati
Rabu, 5 Mei 2021 | 14:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com -Achmad Faisal, seorang prajurit kelahiran Kota Batik Pekalongan yang telah mengabdikan diri di lingkungan TNI Angkatan Laut sejak tahun 2011. Pria yang berusia sekitar 29 tahun ini telah mengalami berbagai penugasan terakhir pada KRI Nanggala-402 hingga kemudian ia gugur bersama 52 awak KRI Nanggala-402 lainnya.
Sertu Kom Achmad Faisal adalah salah satu dari enam insan Sandi yang bertugas sebagai operator peralatan sandi dan bertanggung jawab terhadap komunikasi KRI Nanggala-402.
Keenam insan Sandi tersebut adalah:
- Sertu Kom Achmad Faisal (Ahli Sandi Tingkat 1).
- Sertu Kom Willy Ridwan Santoso (Ahli Sandi Tingkat 1).
- Lettu laut (P) Muhadi (Penunjang Ahli Sandi).
- Serda Kom Purwanto (Penunjang Ahli Sandi).
- Serda Kom Eko Prasetyo (Penunjang Ahli Sandi).
- Kls Isy Raditaka Margiansyah (Penunjang Ahli Sandi).
Keenam prajurit ini adalah putra terbaik Persandian yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga dan melindungi keamanan negara dan patut menjadi teladan bagi seluruh insan Persandian Indonesia.
Atas dedikasi, pengabdian serta pengorbanannya, Kepala BSSN Letnan Jenderal (Purn) Hinsa Siburian menganugerahkan penghargaan "Adibhakti Sanapati" kepada keenam insan Sandi tersebut.
Adhibakti Sanapati merupakan penghargaan tertinggi di bidang persandian yang diberikan kepada personil persandian atas jasa dan dharma bakti yang luar biasa sepanjang hidupnya kepada bangsa dan negara di bidang keamanan siber dan/atau persandian.
Penyerahan tanda jasa Adibhakti Sanapati dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian BSSN Mayor Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.E.,M.M. yang disampaikan secara langsung di kediaman para prajurit tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




