Hasil Panen Melimpah, Warga Lebak Gelar Ngembang
Minggu, 18 Mei 2025 | 23:27 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah di wilayahnya, ribuan warga Desa Ciuyah Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten menggelar tradisi tabur bunga atau ngembang, Minggu (18/5/2025).
Tradisi ini merupakan adat tahunan atau yang biasa dikenal sebagai ngembang seusai panen raya.
Ritual ngembang diawali dengan ziarah ke makam leluhur yang dikeramatkan sebagai tokoh besar.
Sambil membawa sesaji berupa hasil panen seperti buah-buahan, padi, dan hasil bumi lainnya, mereka kemudian melakukan doa bersama dan menaburkan bunga di makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan keberkahan atau ngalap berkah.
Setelah itu warga kemudian berebut hasil panen yang mereka bawa dari masing-masing rumah mereka.
Ketua adat masyarakat setempat Hasan Pasundan, mengatakan, tradisi ini adalah bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi setelah panen raya yang dilakukan setiap satu tahun sekali.
"Ritual ini bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa ketika habis panen yang kedua, karena kita tanam padinya tanam padi yang umur enam bulan, padi yang tinggi. Jadi panen yang pertama kita tidak melakukan ritual ini, jadi panen kedua barulah kita melakukan acara ritual seperti ini namanya adat ngembang," kata Hasan.
Ia menjelaskan, ritual tabur bunga atau ngembang ini merupakan sebuah warisan budaya turun-temurun yang sudah ada sejak dari nenek moyang mereka yang mengandung pesan moral serta nilai-nilai kearifan lokal.
"Ngembang adalah sebuah ritual tabur bunga ketika akan melakukan ritual seperti ini," jelasnya.
Sementara itu, Hani, salah seorang warga Desa Ciuyah, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya bisa hadir dan menyaksikan langsung tradisi tabur bunga atau ngembang tersebut, bahkan bisa ikut rebutan hasil panen bersama masyarakat.
"Ini tadi saya dapet padi buat ditanam, saya bersyukur hasil panen bagus tahun ini, alhamdulillah berkah," ucapnya.
Tradisi tabur bunga atau ngembang setelah panen ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap hidup dan dijaga dengan baik oleh masyarakat pedesaan. Selain untuk melestarikan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana spiritual dan sosial yang mempererat rasa kebersamaan antar masyarakat desa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




