TPS di Kota Tangerang Masuk Kategori Rawan pada Pemilu 2024
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 16:50 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Polres Metro Tangerang Kota menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2024. Sebanyak 640 personel gabungan TNI-Polri dan unsur lain terlibat dalam simulasi tersebut.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengatakan pelaksanaan simulasi bertujuan untuk mematangkan kesiapan personil di lapangan menghadapi Pemilu 2024.
"Kami melakukan pemeriksaan persiapan personil serta prasarana, dan mengevaluasi cara bertindak yang akan dilakukan personil, khususnya di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho, Sabtu (14/10/2023).
Zain menjelaskan bahwa dalam simulasi ini berbagai skenario diuji, termasuk pengamanan tahapan kampanye, masa tenang, serta pengamanan logistik di tempat pemungutan suara (TPS) hingga rapat pleno rekapitulasi surat suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tujuannya adalah agar setiap anggota dan personil yang terlibat dalam pengamanan pemilu nantinya memahami peran dan tugas mereka masing-masing dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi.
"Pada saat pelaksanaan patroli dalam skala besar untuk menciptakan kondisi yang kondusif dalam masyarakat dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban adalah salah satu fokus kami," kata Zain.
"Kemudian, pengamanan di TPS, pengamanan rapat pleno, serta menghadapi situasi yang berkisar antara kondisi aman, waspada, hingga darurat juga menjadi bagian dari pelatihan ini. Kami juga mengkaji penertiban alat peraga kampanye (APK)," lanjut Zain.
Zain melanjutkan bahwa di wilayah hukum Polres Tangerang Kota, mereka telah melakukan klasifikasi dalam tiga tingkat kerawanan di TPS berdasarkan indikator yang ada. Indeks kerawanan pemilu diperoleh dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Badan Intelijen Kepolisian.
"Dalam wilayah Kota Tangerang, terdapat tiga kategori TPS, yaitu TPS kurang rawan, rawan, dan sangat rawan. Untungnya, hanya terdapat TPS dengan tingkat rawan kurang dan tingkat rawan. TPS yang sangat rawan tidak ada," ungkapnya.
Zain menyebutkan bahwa tingkat kerawanan yang lebih tinggi biasanya terjadi di daerah-daerah yang jauh dari markas kepolisian. Selain itu, apakah di tempat tersebut terjadi pelanggaran Pemilu atau pemilihan ulang pada tahun-tahun sebelumnya juga menjadi pertimbangan.
"Ini termasuk kejadian-kejadian mencolok selama pemilu sebelumnya. Inilah salah satu indikator yang kami gunakan dalam klasifikasi TPS yang akan kami amankan," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




