Harga Bitcoin Anjlok Seusai Israel Serang Iran
Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga Bitcoin langsung merosot tajam setelah kabar serangan pendahuluan Israel terhadap Iran menyebar ke pasar global pada Sabtu (28/2/2026). Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar keuangan, termasuk aset kripto, dan memicu aksi jual besar-besaran dalam waktu singkat.
Dikutip dari Cryptobriefing, aset kripto terbesar dunia itu sempat turun hampir 4%, dari sekitar US$ 65.500 ke level US$ 63.000, tak lama setelah berita serangan tersebut mencuat. Pada perdagangan pukul 14.28 WIB, Bitcoin berada pada level US$ 63.522, atau melemah 6,01% dalam 24 jam.
Data perdagangan derivatif menunjukkan reaksi pasar yang sangat cepat. Sekitar US$ 100 juta posisi long Bitcoin dilikuidasi hanya dalam 15 menit sejak kabar serangan beredar luas di pasar.
Aksi likuidasi masif ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar kripto terhadap risiko geopolitik, terutama konflik berskala besar yang berpotensi melibatkan banyak negara.
Serangan tersebut dilakukan oleh Israel terhadap Iran, yang disebut sebagai langkah pencegahan. Pascaserangan, Israel Defense Forces (IDF) memperingatkan adanya potensi serangan balasan berupa rudal.
Sebagai langkah darurat, Israel memberlakukan penghentian aktivitas nasional, termasuk penutupan sekolah, tempat kerja, dan larangan kegiatan publik, dengan pengecualian untuk sektor-sektor esensial.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




