Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 80.000, Kekhawatiran Likuiditas Meningkat
Minggu, 1 Februari 2026 | 11:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga Bitcoin kembali melemah dan jatuh ke bawah level US$ 80.000, melanjutkan tren penurunan di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap likuiditas global. Pada akhir pekan ini, mata uang kripto terbesar di dunia itu berada pada level US$ 78.931.
Dilansir dari Reuters, Minggu (1/2/2026), pelemahan terjadi seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) setelah mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, dipilih sebagai ketua The Fed berikutnya.
Sebagian investor dan pelaku pasar khawatir Warsh akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat, terutama terkait peredaran likuiditas di sistem keuangan. Warsh diketahui mendorong perubahan rezim di bank sentral AS dan menginginkan neraca The Fed yang lebih kecil.
Selama ini, Bitcoin dan aset kripto lainnya kerap dipandang sebagai pihak yang diuntungkan dari neraca besar The Fed. Aset kripto cenderung menguat saat bank sentral AS menyuntikkan likuiditas ke pasar, yang biasanya mendukung aset spekulatif.
Chief Economist di Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, mengatakan kebijakan The Fed selama ini justru membuat likuiditas tertahan di pasar keuangan.
Secara keseluruhan, pasar kripto masih kesulitan menemukan arah sejak mengalami kejatuhan tahun lalu dan tertinggal dari reli besar yang terjadi pada emas dan saham.
"Sangat mungkin, bahkan besar kemungkinan, kita akan melihat tekanan jual lanjutan dalam beberapa hari ke depan," kata Jacobsen.
Kondisi ini menjadi pukulan bagi pasar kripto yang sebelumnya berharap memasuki era emas dengan arus dana besar dan regulasi yang lebih ramah di bawah Presiden Donald Trump. Sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025, harga Bitcoin telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilainya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




