Wakil Gubenur Rano Karno Akui Kesulitan Membentuk Lembaga Adat Betawi
Rabu, 25 Juni 2025 | 16:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, mengakui kesulitan dalam pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi. Hal ini ia sampaikan setelah membuka acara bazar Jakarta Kita di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2025).
“Makanya itu sedang kita kejar peraturan daerah (perda) tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi. Untuk membuat lembaga ini, jujur enggak mudah. Karena kita mempersatukan sekian banyak kepentingan, makanya tidak mudah," kata Rano, (25/6/2025).
Karena kompleksitas banyak kepentingan tersebut, Rano memutuskan untuk mengambil alih proses pembentukan lembaga tersebut. Namun, ia menegaskan langkah itu bukan demi kepentingan pribadinya maupun kelompok tertentu. Ia menekankan, semuanya dilakukan hanya untuk kepentingan orang Betawi.
"Tetapi saya minta maaf, saya ambil alih. Ini bukan buat pribadi, ini buat Jakarta. Kepentingan masyarakat Jakarta harus bisa saya fasilitasi. Artinya semua teman-teman seniman budayawan Betawi tahu maksudnya apa. Tetapi saya ingatkan, Jakarta ini bukan hanya milik Betawi. Kita harus adil kepada semua kebudayaan yang ada di Jakarta," tegasnya.
Pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi merupakan salah satu program prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Jakarta 2025–2029. Pemerintah Provinsi Jakarta ingin memastikan identitas dan budaya Betawi tetap terjaga, meski Jakarta tengah bertransformasi menjadi kota global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




