Pengamanan Ketat, 5.369 Personel Gabungan Jaga Demo di Gedung DPR
Senin, 1 September 2025 | 11:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa atau demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (1/9/2025). Aparat kepolisian menyiapkan pengamanan berlapis guna memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman meski terjadi peningkatan mobilisasi massa.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan sebanyak 5.369 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait ditempatkan di kawasan strategis sekitar kompleks parlemen. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ketertiban selama aksi berlangsung.
“Khusus pengamanan di DPR ada 5.369 personel,” ujar Susatyo dalam keterangan resmi.
Selain mengerahkan pasukan di area DPR, polisi juga menyiapkan 798 personel tambahan di sejumlah titik di wilayah hukum Jakarta Pusat. Pengamanan ini diprioritaskan di lokasi-lokasi rawan kemacetan dan potensi konsentrasi massa, seperti kawasan Tanah Abang, Slipi, dan Jalan Gatot Subroto.
Untuk mengurangi risiko kepadatan lalu lintas, kepolisian menyiapkan opsi pengalihan arus kendaraan. Namun, menurut Susatyo, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan Senayan dan mencari jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan panjang. “Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami,” ucapnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran kabar yang belum jelas kebenarannya dapat memicu keresahan dan memperkeruh suasana.
“Jangan terprovokasi oleh berita negatif. Bijaklah dalam menerima informasi dan tetap jaga persatuan,” tegas Susatyo.
Pengamanan besar-besaran di sekitar kompleks DPR bukan pertama kali dilakukan. Dalam setiap aksi dengan skala massa besar, aparat kepolisian biasanya menerapkan pola pengamanan berlapis, mulai dari barikade kawat berduri, penempatan kendaraan taktis, hingga water cannon.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk mencegah massa mendekat terlalu jauh ke gedung parlemen sekaligus menjaga jalur utama ibu kota tetap terkendali.
Polisi juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk mengatur pergerakan lalu lintas serta memastikan aktivitas warga yang tidak terkait aksi tetap bisa berlangsung dengan aman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




