Gelar Open House, Pramono Tegaskan Bukan Ajang Aspirasi
Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menggelar open house dan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan yang datang untuk bersilaturahmi langsung dengan pimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Sejak siang hari, masyarakat tampak memadati kawasan Balai Kota dan mengantre secara tertib.
Petugas terlihat mengatur alur antrean agar warga dapat bersalaman dan berfoto dengan aman. Beragam elemen masyarakat hadir, mulai dari warga sekitar, petugas PPSU, pemadam kebakaran, pengemudi ojek online, hingga keluarga yang membawa anak-anak.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Ramadan hingga Idulfitri yang bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. “Semua ini menjadi bagian dari upaya Jakarta meningkatkan Global City Index,” ujar Rano Karno.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk media, dalam menyukseskan rangkaian kegiatan hari besar keagamaan dan nasional yang telah berlangsung dengan lancar.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan open house ini murni sebagai ajang silaturahmi, bukan forum penyampaian aspirasi. “Ini hanya halalbihalal saja, ajang silaturahmi. Kalau aspirasi, setiap Senin sampai Kamis kami buka layanan di Balai Kota,” ujar Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengumumkan kebijakan transportasi umum Rp 1 yang berlaku selama dua hari pada momen Lebaran. “Berlaku mulai hari ini dan besok. Jadi selama dua hari, sebetulnya gratis, hanya satu rupiah. Ini untuk memudahkan masyarakat beraktivitas dan berlibur,” katanya.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga menuju berbagai destinasi wisata di Jakarta, seperti Ragunan, Ancol, Monas, museum, dan taman kota.
Pramono juga menanggapi potensi lonjakan pendatang baru pasca-Lebaran yang diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang. Ia menegaskan tidak akan ada operasi yustisia, tetapi pendatang diminta tetap memenuhi syarat administrasi.
“Jakarta tidak ada operasi yustisia. Namun, yang ingin bekerja harus melengkapi administrasi dan sesuai kapabilitas,” tegasnya.
Pemprov Jakarta juga memastikan pengamanan di lokasi wisata akan diperketat untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran. Koordinasi dilakukan bersama Satpol PP, BUMD, dan pengelola kawasan wisata. “Kami sudah koordinasi. Ini hal rutin dan saya yakin bisa dikelola dengan baik,” kata Pramono.
Kegiatan open house ini juga dihadiri berbagai komunitas, termasuk mitra ojek online dan komunitas penyintas stroke. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan harapan kepada pemerintah.
Salah satu penyintas stroke berharap Pemprov Jakarta dapat meningkatkan dukungan terhadap program rehabilitasi bagi penyandang disabilitas. Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, turut hadir dalam acara tersebut, menambah suasana hangat perayaan Idulfitri di Balai Kota.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen Pemprov Jakarta dalam membangun komunikasi yang inklusif di tengah suasana Lebaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




