Profil Syafrin Liputo, Wali Kota Jaksel Baru Spesialis Transportasi
Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nama Syafrin Liputo menjadi sorotan setelah dilantik resmi Gubernur Jakarta Pramono Anung menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel). Ia dikenal sebagai birokrat dengan spesialisasi di bidang transportasi yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Syafrin Liputo lahir di Gorontalo pada 26 Maret 1971. Ia menempuh pendidikan di bidang transportasi dengan meraih gelar sarjana transportasi darat dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi.
Pendidikan lanjutannya ditempuh di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dengan gelar Magister Teknik Industri, serta meraih gelar doktor ilmu lingkungan dari Universitas Indonesia.
Kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) dimulai sejak akhir 1990-an di Dinas Perhubungan Jakarta. Ia meniti karier dari level teknis hingga menduduki berbagai jabatan struktural.
Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, antara lain Kepala Seksi Data dan Informasi, Kepala Seksi Angkutan Orang, hingga Kepala Bidang Angkutan Darat.
Ia juga pernah menjabat Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebelum sempat dicopot pada 2015.
Karier Syafrin kemudian berlanjut di Kementerian Perhubungan, tepatnya di Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Ia juga pernah menjabat kepala balai transportasi darat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Pada 2019, Syafrin kembali ke Pemerintah Provinsi Jakarta dan dipercaya menjabat kepala dinas Perhubungan. Dalam posisi ini, ia berperan dalam pengembangan integrasi transportasi, termasuk program JakLingko.
Selain itu, ia juga sempat menjabat Komisaris Utama PT Jakarta Lingko Indonesia, perusahaan yang mengelola integrasi layanan transportasi di Jakarta.
Kariernya kembali meningkat pada 2026 setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan DPRD Jakarta. Ia kemudian ditunjuk sebagai Wali Kota Jakarta Selatan, menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa pensiun.
Dalam berbagai kesempatan, Syafrin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan perkotaan.
“Harus ada koordinasi dan kolaborasi dalam pemecahannya,” ujarnya saat mengikuti uji kelayakan.
Dengan latar belakang teknokrat transportasi dan pengalaman panjang di birokrasi, Syafrin kini menghadapi tantangan baru dalam memimpin Jakarta Selatan. Wilayah ini dikenal memiliki persoalan kompleks, mulai dari kemacetan, banjir, hingga penataan kota yang membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan terintegrasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




