Polisi Kejar Pelaku Pembacokan Maut di Kampung Ambon
Kamis, 14 Mei 2026 | 17:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah seusai diduga terlibat keributan di kawasan Perumahan Kompleks Permata atau yang dikenal sebagai Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban mengalami luka bacok serius pada bagian leher dan lengan kanan akibat sabetan senjata tajam.
Peristiwa berdarah itu sontak menggegerkan warga sekitar. Petugas dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
Saat ditemukan, korban tergeletak di badan jalan dalam kondisi mengenaskan dengan darah berceceran di sekitar lokasi kejadian. Hingga kini identitas korban masih belum diketahui.
Berdasarkan keterangan sementara warga, korban diduga terlibat pertikaian dengan sejumlah rekannya sebelum mengalami luka fatal. Namun, penyebab pasti keributan masih didalami pihak kepolisian.
Salah seorang warga, Dedi Sumardi, mengaku sempat melihat keributan sebelum korban ditemukan tewas. “Saya enggak tahu, cuma berantem aja. Pas saya pulang salat ada yang berantem. Saya cuma bilang, ‘Woy sudah jangan berantem’,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (14/5/2026).
Menurut Dedi, saat awal kejadian terdapat cukup banyak orang yang berkumpul di lokasi. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang terlibat dalam perkelahian tersebut. “Yang berantem siapa aja saya enggak tahu, orang-orang ini kan banyak tadi kumpul-kumpul,” katanya.
Dedi juga menyebut korban diduga bukan warga setempat, melainkan pendatang. Korban terlihat mengalami banyak luka akibat senjata tajam. “Lukanya banyak sekali. Iya, kayak senjata tajam,” ucapnya.
Keributan tersebut sempat membuat warga panik. Sejumlah warga keluar rumah setelah mendengar teriakan kebakaran dari sekitar lokasi. “Kami warga keluar bukan karena ini, karena ada teriakan kebakaran. Semua keluar sama RT,” tambah Dedi.
Warga menduga keributan awal melibatkan sekitar 10 orang. Namun ketika insiden pembacokan terjadi, jumlah orang di lokasi disebut sudah berkurang.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi kini masih memburu pelaku pembacokan yang diduga melarikan diri seusai kejadian.
Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat juga mendalami motif keributan maut tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas di kawasan yang dikenal sebagai salah satu lokasi rawan peredaran narkoba di Jakarta Barat.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




