ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bantu Petani, Pemkot Jaksel Luncurkan Aplikasi Berbasis Android Pemasaran Hasil Panen

Rabu, 28 Juli 2021 | 07:12 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Ketua TP-PKK Jakarta Selatan Komariah Marullah (kiri) didampingi Upi Mahludin koordinator Pokja 2 PKK memperlihatkan WAG warung virtual melalui ponselnya, Selasa 27 Juli 2021.
Ketua TP-PKK Jakarta Selatan Komariah Marullah (kiri) didampingi Upi Mahludin koordinator Pokja 2 PKK memperlihatkan WAG warung virtual melalui ponselnya, Selasa 27 Juli 2021. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) meluncurkan aplikasi digital berbasis android untuk memasarkan hasil panen guna mendongkrak pendapatan para petani binaan.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Selatan Hasundungan A Sidabalok mengatakan, aplikasi tersebut berguna bagi petani untuk memasarkan produk atau hasil panen secara langsung kepada masyarakat.

"Namun yang patut dicatat adalah bahwa ini bentuk pemasaran pangan petani secara digital sebagai sarana petani untuk dapat menjual langsung hasil panen mereka," ujar Hasundungan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Dia mengungkapkan, salah satu alasan yang mendorong pihaknya melakukan inovasi tersebut karena saat ini belum ada wadah pemasaran langsung yang dapat dimanfaatkan para petani kepada masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, bentuk aplikasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan para petani binaan kota, sehingga petani tidak perlu lagi memikirkan sarana untuk menjual hasil panen.

Lebih lanjut Hasundungan mengatakan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan ojek berbasis aplikasi sebagai sarana transportasi pengantar bahan pangan dari penjual kepada pembeli.

Selain itu, kata dia, metode pembayaran tanpa tunai. Hal ini merupakan langkah untuk mengurangi terjadinya kontak langsung antara penjual dan pembeli untuk menekan potensi penularan Covid-19.

"Sekarang masih merancang sistemnya seperti apa di dalam aplikasinya. Namun yang patut dicatat adalah bahwa ini bentuk pemasaran pangan petani secara digital sebagai sarana petani untuk dapat menjual langsung hasil panen mereka," ujar Hasundungan.

Selain sebagai sarana transaksi penjualan bahan pangan, aplikasi itu juga melayani konsultasi langsung terkait dengan proses tanam pangan dari petani kepada pihak Sudin KPKP. Kemudian di dalamnya juga terdapat layanan promosi pangan hingga pembinaan petani.

"Jadi nanti ada konsultasi dari penyuluh, misalnya ada petani yang tanamannya mati lalu melalui itu kita sampaikan bagaimana solusinya, jadi kita akan sediakan di sana," ungkap Hasundungan.

Dia menambahkan, pihaknya menargetkan 1.000 petani binaan Sudin KPKP Jakarta Selatan untuk dapat memanfaatkan aplikasi tersebut pada awal peluncuran September mendatang.

"Targetnya 1.000 petani binaan dulu, karena sebenarnya cukup banyak ya, bukan hanya petani saja," tutur dia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani

Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani

EKONOMI
Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

EKONOMI
Mentan Amran Sebut Program MBG Serap Hasil 165 Juta Petani

Mentan Amran Sebut Program MBG Serap Hasil 165 Juta Petani

NASIONAL
Mentan: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Kebutuhan Dapur MBG

Mentan: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Kebutuhan Dapur MBG

EKONOMI
NTP Februari Naik 1,5 Persen, Bukti Kesejahteraan Petani Meningkat

NTP Februari Naik 1,5 Persen, Bukti Kesejahteraan Petani Meningkat

EKONOMI
Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Mentan Lindungi Sawah dan Petani Kecil

Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Mentan Lindungi Sawah dan Petani Kecil

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon