ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sensus Pertanian Telan Dana Rp 1,59 Triliun

Jumat, 8 Maret 2013 | 13:26 WIB
C
AB
Penulis: C05 | Editor: AB
Menteri Pertanian Suswono (kiri) didampingi Kepala Balitbang Kementan Haryono (kanan) melakukan panen saat peninjauan persawahan di desa Citarik, Kab Karawang, Jawa Barat.
Menteri Pertanian Suswono (kiri) didampingi Kepala Balitbang Kementan Haryono (kanan) melakukan panen saat peninjauan persawahan di desa Citarik, Kab Karawang, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengadakan Sensus Pertanian (SP) yang dilaksanakan 1-31 Mei 2013. Sensus ini bertujuan memperoleh data pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran struktur pertanian di Indonesia.

Kepala BPS Suryamin mengatakan alokasi anggaran yang untuk SP sebesar Rp 1,59 triliun. Anggaran tersebut tersebar di lebih 500 satuan kerja di seluruh Indonesia.

"Sensus ini mencakup seluruh usaha pertanian di subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan kehutanan, pada rumah tangga maupun perusahaan," ujarnya saat ditemui dalam acara "Apel Siaga Sensus Pertanian 2013" di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (8/3)

Suryamin mengatakan sensus ini terdiri dari beberapa kegiatan. Kegiatan pertama adalah melakukan pendataan lengkap pada seluruh rumah tangga pertanian dan seluruh perusahaan yang bergerak di bidang pertanian untuk mendapat gambaran lengkap mengenai jumlah rumah tangga maupun perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Setelah mendapatkan jumlah itu, kegiatan kedua adalah mendata pendapatan petani dengan sampel lebih dari 100.000 rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Suryamin mengatakan kegiatan pendataan pendapatan petani dilakukan pada November tahun ini. Pendataan tersebut bertujuan memberikan gambaran kepada pemerintah tentang berapa besar pendapatan petani selama sebulan.

Dia menjelaskan jika hasil sensus menunjukkan pendapatan petani rendah, maka pemerintah bisa menyiapkan beberapa strategi untuk menyejahterakan petani.

"Salah satu tujuan sensus adalah memberikan data yang lengkap kepada pemerintah. Jika petani berpenghasilan rendah, maka pemerintah bisa membantu," ujarnya.

Dia menjelaskan jumlah tenaga sensus yang diturunkan dalam kegiatan ini sebanyak 250.000 orang. Tenaga sensus menggunakan dua metode, yakni pertama, door to door, di mana sensus dilakukan dengan cara mengunjungi setiap rumah tangga yang masuk ke dalam blok sensus.

Metode kedua adalah snowball. Sensus ini dilakukan dengan cara mengunjungi rumah tangga pengelola usaha pertanian dan rumah tangga usaha jasa pertanian berdasarkan informasi dari berbagai narasumber.

Dia menjelaskan data yang harus dikumpulkan BPS harus benar benar valid, meliputi luas lahan, jenis lahan, jenis tanaman tahunan, jenis tanaman semusim, jenis lahan menurut irigasi, jumlah ternak yang dikuasai rumah tangga, serta tujuan utama usaha pertanian, Khusus di bidang kehutanan, antara lain meliputi jenis tanaman dan banyaknya tanaman.

"Doakan saja mudah-mudahan SP ini berjalan dengan lancar, sehingga kami bisa melanjutkan SP ini tahun depan," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

MULTIMEDIA
Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

NUSANTARA
Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

MULTIMEDIA
Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

MULTIMEDIA
Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

JAKARTA
IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon