Operasional BisnisGoTo Terus Menguat, Kerugian 2022 dari Aspek Non Kas
Selasa, 21 Maret 2023 | 07:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengakhiri tahun 2022 dengan indikator kinerja keuangan yang positif dan mencatat pertumbuhan signifikan. Meskipun mencatat kerugian, sumbernya berasal dari aspek non kas dan efek dari kebijakan yang hanya dibukukan sekali.
"Hal ini tidak merefleksikan kinerja operasional perseroan. Saat ini, fokus kami adalah membangun infrastruktur layanan yang akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan secara jangka panjang," kata Direktur Utama Grup GoTo, Andre Soelistyo, seperti dikutip Antara, Senin (20/3).
GoTo menyatakan beberapa aspek non kas tersebut di antaranya adalah goodwill impairment senilai Rp 11 triliun, investasi di JD, peningkatan beban kompensasi berbasis saham akibat penyesuaian asumsi masa kerja karyawan, serta beban restrukturisasi.
Secara operasional, Grup GoTo justru menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Pendapatan bruto segmen On Demand Services pada tahun 2022 naik 32 persen menjadi Rp13,6 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Segmen E-Commerce mencatat pendapatan bruto sebesar Rp8,6 triliun, naik 38 persen yoy, sementara segmen Financial Technologi Services meraih pendapatan bruto sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 43 persen yoy.
Secara kumulatif, total pendapatan bruto GoTo pada tahun 2022 mencapai Rp22,9 triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp5,9 triliun dibandingkan Rp17,0 triliun pada tahun 2021 sehingga berdampak terhadap pendapatan bersih Perseroan melonjak 120% atau sebesar Rp6,1 triliun menjadi Rp11,3 triliun pada tahun 2022.
"Hal ini menegaskan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mencatat nilai EBITDA positif yang disesuaikan pada kuartal keempat tahun 2023," kata Andre.
Beberapa kebijakan yang dilakukan manajemen GoTo pada tahun 2022 juga telah berdampak positif terhadap efisiensi bisnis perusahaan. Salah satunya upaya penghematan yang dilakukan pada kuartal IV-2022 mampu menurunkan beban operasional tetap (fixed operating expense) rata-rata bulanan hingga 20 persen pada periode Januari-Februari 2023 senilai sekitar Rp200 miliar. Jumlah ini diperkirakan akan terus membesar hingga akhir tahun.
Berkurangnya insentif dan pemasaran produk pada kuartal IV-2022 sebesar 34 persen dibandingkan periode sama tahun 2021, mampu memangkas pengurangan beban kuartalan hingga senilai Rp2,8 triliun. Di satu sisi, berkurangnya insentif tetap tak mengurangi transaksi konsumen di ekosistem digital terbesar di Indonesia ini.
Sepanjang tahun 2022, jumlah pelanggan loyal segmen On-Demand Services dan E-Commerce GoTo berhasil tumbuh 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Gross Transaction Value (GTV) pelanggan Grup GoTo pada tahun lalu tumbuh 33 persen menjadi Rp613 triliun dibandingkan Rp462 triliun pada tahun 2021. Dampaknya, take rate tahun 2022 pada segmen bisnis On Demand Services dan E-Commerce tumbuh masing-masing 234 bps dan 32 bps dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebijakan akan dilakukan GoTo pada tahun ini juga diproyeksikan akan semakin mendorong efisiensi pada level yang optimal untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
Andrew Sebastian Susilo, analis MNC Sekuritas dalam risetnya pada 16 Maret 2023 memproyeksikan langkah restrukturisasi karyawan yang dilakukan pada akhir tahun 2022 dan awal Maret 2023 ini akan berdampak signifikan terhadap arus kas perseroan. Beban karyawan tahun ini dan ke depan diperkirakan bisa berkurang lebih dari Rp1,1 triliun per tahun.
"Perhatikan bahwa ini tidak termasuk pesangon, yang dapat menyebabkan hasil menjadi lebih konservatif, namun tetap memiliki dampak yang cukup besar terhadap arus kas operasi perusahaan ke depan," komentar Andrew dalam risetnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




