Tingkatkan Pendapatan dan Tekan Beban, Rugi GOTO Merosot 41%
Jumat, 28 April 2023 | 08:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil menekan rugi secara signifikan di kuartal pertama tahun ini. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan serta upaya perusahaan untuk terus melakukan penghematan untuk menekan biaya.
Selama tiga bulan pertama tahun 2023, rugi bersih GOTO turun menjadi Rp 3,89 triliun. Angka ini menurun drastis sebesar 41% secara year-on-year (yoy) dari Rp 6,61 triliun di kuartal pertama tahun 2022.
Pemangkasan rugi bersih ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan perusahaan di Q1-2023. Selama Januari hingga Maret tahun ini, GOTO mencatat pendapatan bruto tumbuh sebesar 14% yoy menjadi Rp 6 triliun, sementara pendapatan bersih GOTO melesat hingga 123% yoy menjadi Rp 3,32 triliun berkat penguatan kinerja dari keempat lini bisnisnya, yaitu on-demand services, e-commerce, financial technology dan logistics.
Keberhasilan perusahaan dalam menekan rugi juga didorong oleh upaya efisiensi. Selama kuartal pertama tahun ini, GOTO mencatat penurunan beban insentif dan pemasaran sebesar 39% yoy senilai Rp 2,6 triliun.
Sejalan dengan ini, GOTO pun turut mencatatkan pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan yang signifikan sebesar 67% yoy menjadi Rp -1,6 triliun atau setara dengan -1,1% dari nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV).
Direktur Utama GOTO Andre Soelistyo mengatakan, perusahaannya telah berada pada pertengahan jalan menuju target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat tahun ini.
"Fokus kami pada pelanggan setia yang profitabel serta kedisiplinan dalam pengelolaan beban telah meningkatkan efisiensi secara signifikan, sekaligus memberikan gambaran prospek GOTO di masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kamis (27/4).
Ia pun melanjutkan bahwa perusahaan akan terus membangun infrastruktur ekosistem yang semakin solid untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan menuju profitabilitas dalam jangka panjang.
Sementara itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan take rate secara keseluruhan sebesar 29 basis poin (bps) yoy seiring dengan fokus GOTO pada monetisasi. Di sisi lain, margin kontribusi GOTO mencatatkan angka positif sebesar 0,4% dari GTV atau meningkat sebesar 224 bps dibanding periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 636 miliar.
Selain didudukung oleh peningkatan pertumbuhan pendapatan, Direktur Keuangan GOTO Jacky Lo mengatakan bahwa keberhasilan perusahaan mencatatkan margin kontribusi positif secara keseluruhan ini juga didukung oleh konsistensi perusahaan dalam melakukan rasionalisasi insentif.
Ke depan, Jacky menekankan bahwa menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan beban juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang GOTO.
"Hal ini penting untuk menjadikan basis biaya kami lebih rendah agar kami memiliki keleluasaan lebih besar untuk mengalokasikan modal demi percepatan pertumbuhan di masa depan," ujarnya.
Tak hanya menunjukkan perbaikan kinerja, GOTO mampu menjaga neraca keuangan tetap kuat. Hingga 31 Maret 2023, jumlah kas dan setara kas perusahaan adalah sebesar Rp 26,8 triliun. Perusahaan pun yakin akan mencapai arus kas operasional positif, sejalan dengan visinya untuk menjadi perusahaan yang mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pendanaan eksternal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




