Panas Ekstrem Jadi Berkah Penjual Kelapa Muda di Surabaya
Selasa, 9 Mei 2023 | 13:36 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Bulan April hingga Oktober, biasanya Indonesia mengalami musim kemarau. Namun pada tahun ini mengalami perbedaan. Waktu itu tidak pasti dan bisa bergeser. Salah satu faktor yang bisa mengubah waktu musim kemarau adalah El Nino.
Cuaca Kota Surabaya saat ini dalam kondisi panas ekstrem, lebih dari 30 derajat celcius. Sengatan matahari tentunya membuat dehidrasi pada tubuh manusia.
Untuk itu, warga Surabaya yang sedang melakukan aktifitas di luar rumah, disarankan menjaga kondisi tubuhnya agar tidak terserang dehidrasi. Sebagai pengganti ion tubuh, air kelapa muda sangat dianjurkan untuk diminum.
Kondisi ini membuat berkah tersendiri bagi pedagang kelapa muda yang ada di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Bahkan dalam sehari, kelapa muda bisa terjual hingga 300 biji.
Heri Pribumi, pedagang kelapa muda di Jalan Ahmad Yani Surabaya mengatakan, karena panasnya cuaca saat ini, permintaan kelapa muda semakin meningkat.
"Alhamdulillah laris. Sehari sampai 300 biji. Permintaan meningkat saat cuaca panas," kata Heri Pribumi, Selasa (9/5/2023).
Sementara Irawati pembeli es kelapa muda mengatakan, sangat menggemari es kelapa muda. Dirinya sudah menjadi pelanggan tetap di warung milik Heri Pribumi tersebut. Setiap kali datang, Irawati selalu membeli es kelapa muda hijau.
"Cuaca gini pinginnya yang seger-seger. Saya sudah langganan disini. Kalau rasannya mantap dan segar," kata Irawati
Sementara Lukman, pembeli yang lain menyampaikan, dirinya memilih meminum es kelapa muda memang untuk melepas dahaga disaat cuaca panas. Apalagi Lukman merupakan pekerja lapangan.
"Cuaca panas gini cocok minum es kelapa muda. Apalagi saya pekerja lapangan," jelas Lukman.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan suhu panas di wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir merupakan fenomena wajar.
Dikutip dari keterangan BMKG melalui akun Instagram resmi @infoBMKG, suhu panas yang terjadi merupakan fenomena wajar di bulan April dan Mei. Dijelaskan BMKG, secara normal pada bulan bulan ini terjadi peningkatan suhu maksimum harian yang dipengaruhi oleh gerak semu matahari, sebuah siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.
BMKG juga menungkap sebagian besar wilayah Indonesia kini tengah memasuki musim kemarau dengan dominasi angin monsun Australia yang umumnya bersifat kering dengan kelembapan udara yang kurang, cuaca cenderung cerah dan kurangnya tutupan awan.
Menurut dasarian III April 2023 atau periode 21-30 April, suhu panas lebih dari 35 derajat Celcius melanda beberapa unit kerja BMKG seperti di wilayah Stasiun Meteorologi Kalimantan (Berau) 36,4 derajat celsius, Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri (Palu) 36,2 derajat Celsius, Stasiun Meteorologi Pangsuma (Putussibau Selatan, Kapuas Hulu) 35,9 derajat Celcius.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




